CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan

CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan

CEO GOTO Hans Patuwo (kiri) memaparkan pencapaian kinerja kuartal II-Gojek-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) baru saja melaporkan rekor kinerja terbaru untuk kuartal kedua tahun ini. Manajemen membeberkan faktor yang mendukung kinerja ini tak terlepas dari kinerja bisnis Fintech yang tumbuh dengan pesat dan menguntungkan.

Dalam siaran pers pada Rabu (29 Juli 2026), laba bersih GoTo pada kuartal II-2026 mencapai Rp252 miliar atau naik 47% dari kuartal sebelumnya serta berbalik dari rugi di tahun sebelumnya.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya.” Ujar CEO GoTo, Hans Patuwo. 

Dalam paparan kinerja tersebut, Hans juga memberikan penjelasan terkait perkembangan kebijakan komisi 8% yang mulai diterapkan sejak 1 Juli 2026. Hans menyampaikan setelah berjalan sebulan kondisi perusahaan tetap stabil. 

BACA JUGA:Gojek Resmi Hadir di RSUD Dr. Soetomo, Permudah Mobilitas Pasien hingga Pengunjung
Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang dengan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mitra driver dan keluarganya-Dokumentasi GoTo-

“Meski penyesuaian ini tidak mudah, kami percaya dampaknya dapat kami kelola dengan baik,” jelas Hans.

Di kuartal kedua, kinerja GOTO juga ditopang oleh kedua lini bisnisnya yaitu On-demand Services (ODS) atau lebih dikenal dengan Gojek dan Financial Technology (Fintech) yang dikenal dengan Gopay

Pendapatan bersih dari lini bisnis ODS tembus Rp3,6 triliun. EBITDA yang disesuaikan dari lini bisnis ini mencapai Rp464 miliar atau naik 41% year-on-year (YoY). Kinerja ODS juga diwarnai dengan perbaikan margin bisnis. 

Manajemen GOTO menjelaskan kinerja segmen delivery yang menaungi GoFood dan GoSend tetap kuat dengan margin naik menjadi 2,1% dari 1,8% tahun lalu. Sementara itu segmen mobility yang mencakup GoRide dan Gocar mencatat kenaikan margin menjadi 5,0% dari 3,0% tahun lalu.

BACA JUGA:Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Berikan Beasiswa untuk Lebih dari 150 Mitra Driver dan Keluarga

BACA JUGA:Gojek Perkuat Kepedulian untuk Mitra Driver Lewat Program Cek Kesehatan Gratis di 17 Kota

Beralih ke bisnis Fintech, pendapatan bersih tumbuh 53% YoY melampaui Rp2 triliun pada kuartal II-2026. Pertumbuhan pendapatan juga diikuti dengan kenaikan profitabilitas yang lebih tinggi. EBITDA yang disesuaikan Fintech tembus Rp481 miliar atau naik 447% YoY. 

Pencapaian EBITDA yang disesuaikan Fintech juga melampaui ODS untuk pertama kalinya dalam sejarah. Manajemen GOTO memanfaatkan momentum penting ini untuk melakukan penyesuaian target setahun penuh. 

Target EBITDA Grup yang disesuaikan tetap di Rp3,2-3,4 triliun. Target Fintech dinaikkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun sementara target ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun sebagai dampak dari adanya kebijakan komisi 8 %. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: