Sementara itu, hasil terbaik Alex Marquez hampir menyamai catatan waktunya sendiri pada tes Sepang 2025. Marco Bezzecchi bahkan mencatat waktu yang sedikit lebih baik dengan Aprilia RS-GP dibandingkan pengujian tahun lalu.
BACA JUGA:Motor Quartararo dan Toprak Rusak, Yamaha Kejar Waktu Sebelum GP Thailand
BACA JUGA:Yamaha M1-V4 Toprak Tanpa Winglet di Tes Sepang, Ini Penjelasan Teknisnya
Analisis terhadap lap terbaik Quartararo di Sepang dengan mesin V4—meski dalam kondisi jari patah—menunjukkan bahwa motor tersebut kehilangan waktu di banyak area.
Quartararo memulai lap terbaiknya dengan sektor pembuka yang mengesankan, tercepat keempat hari itu dan hanya terpaut 0,062 detik dari catatan terbaik Marc Marquez. Namun, ia kemudian turun ke posisi ke-11 (+0,279 detik) di Sektor 2, ke-8 (+0,316 detik) di Sektor 3, dan kembali ke posisi ke-11 (+0,279 detik) di Sektor 4.
Fakta bahwa ia kehilangan waktu di Sektor 2 dan 3, serta di dua lintasan lurus panjang yang mendominasi Sektor 4, mengindikasikan bahwa M1-V4 masih kekurangan tenaga mesin.
Yamaha memang jarang menjadi motor tercepat di MotoGP, namun V4 jelas membutuhkan peningkatan performa. Pada hari pertama, kecepatan Quartararo tercatat 11,7 km/jam lebih lambat dibandingkan KTM RC16 milik Enea Bastianini.
Menariknya, Quartararo mencatatkan kecepatan maksimum yang konsisten di angka 333,3 km/jam, yang mengindikasikan kemungkinan adanya putaran mesin.
Biasanya, kecepatan puncak pembalap dapat bervariasi akibat faktor seperti slipstream, traksi saat keluar tikungan, atau titik pengereman menjelang tikungan. Namun, angka yang identik tersebut memunculkan tanda tanya.
Jika dibandingkan dengan kecepatan rata-rata tertinggi hari itu, yaitu 342,4 km/jam milik Marc Marquez (Ducati GP26), Quartararo tertinggal 9,1 km/jam.
Perlu dicatat, selama tiga hari pengujian di Sepang (3–5 Februari 2026), para pembalap Yamaha menjalani banyak tes komponen dan model aero body baru pada M1-V4.
Ada kemungkinan Yamaha akan merevisi mesin V4 dan paket aerodinamika mereka demi mengejar peningkatan kecepatan maksimal serta kelincahan manuver di lintasan.
Berkat status konsesi, Yamaha memiliki keleluasaan untuk terus memodifikasi desain mesin V4 sepanjang musim, termasuk menggelar pengujian tertutup bersama para pembalapnya.
Jika Yamaha mampu melampaui catatan waktu Honda HRC pada tes Buriram, 21–22 Februari 2026, hal itu bisa menjadi kejutan menjelang seri pembuka MotoGP 2026.(*)