Tradisi Cisuak Larung Jelang Imlek Digelar di Surabaya, Arus Laut Lebur Energi Negatif

Kamis 12-02-2026,15:02 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Mereka memanjatkan doa kepada Thian atau Tuhan. Juga meminta izin kepada Thian Sang Sheng Mu, dewi penguasa laut dalam kepercayaan Tionghoa. Kemudian, Xs. Liem dibantu oleh Nilan Kusumawati, membakar kertas thi kong kim bunga teratai itu.


Para peserta cisuak larung berdoa sebelum menuju ke titik tengah Selat Madura, 12 Februari 2026. Di titik tersebut, mereka melakukan pelarungan sebagai simbol melebur energi negatif.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

Asapnya membubung ke langit. Pesan dan segala harapan di dalamnya diyakini akan sampai kepada Thian. Barulah setelah itu mereka naik perahu. Menuju arus paling deras di Selat Madura. 

BACA JUGA:Fengshui Shio Tikus di Tahun 2026, Waspada Ciong Besar

BACA JUGA:Fengshui Shio Kelinci 2026, Ciong Kecil Harus Tahan Godaan

Perahu berhenti pada titik yang dituju. Mesin dimatikan. Hening sejenak. Lantas, Xs. Liem berjalan menuju haluan atau bagian depan perahu. Memanjatkan doa dengan tiga batang dupa.

Upacara cisuak larung dimulai. Dupa dihanyutkan. Kemudian dilanjutkan dengan menabur bunga-bunga. Ratusan thi kong kim kura-kura dilepas satu per satu. Mengambang. Bergerak-gerak diayun ombak. Hingga perlahan tenggelam.

Ada pula beberapa potong pakaian. Itu merupakan milik peserta cisuak yang memiliki masalah cukup berat. Seperti penyakit, tertimpa sial, atau mendapat gangguan mahluk halus.

"Baju-baju milik peserta ini juga dilarung ke laut. Supaya segala halangan mereka dapat sirna," ujar pria 62 tahun itu.

BACA JUGA:Fengshui Shio Ayam 2026, Meski Ciong Harus Tetap Fokus!

BACA JUGA:Fengshui Shio Kuda di Tahun Kuda Api 2026, Jaga Kesehatan dan Waspada Soal Asmara


Kertas thi kong kim berbentuk teratai telah dibakar dalam prosesi cisuak larung, 12 Februari 2026. Tampak para peserta cisuak berangkat dengan perahu menuju titik tengah Selat Madura.-Boy Slamet-HARIAN DISWAY

Sebelum dilarung, bisik doanya terdengar: Bukan melarung pakaian. Tapi melarung energi negatif yang tinggal di dalam tubuh pemilik pakaian ini. Semoga Thian berkenan mendengarkan permohonan kami.

Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 150 item yang dilarung. Berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Yang tidak sempat cisuak di Boen Bio, seperti terkendala jarak, dapat mengirim benda-benda itu pada saya. Hari ini, semuanya telah selesai dilarung. Semoga segala masalah cepat berlalu," ungkap ayah lima anak itu.

Upacara cisuak larung boleh diikuti siapa saja. Tak harus beragama Konghucu. Sebab, sejatinya ritus tersebut merupakan bagian dari tradisi Tionghoa.

"Tak peduli dari suku apa, agama apa. Yang penting yakin. Semua boleh ambil bagian dari cisuak. Sekaligus sebagai upaya melestarikan tradisi leluhur," terangnya.

Kategori :