BACA JUGA:Warga Tiongkok yang Merasakan Berkah Naiknya Harga Emas: Mesin Pelebur Emas jadi Magnet Baru
BACA JUGA:Surplus Perdagangan Tiongkok Mencapai Satu Triliun Dolar AS Bukan Ancaman, melainkan Peluang
Ya, fenomena ini lahir di tengah tekanan hidup yang kian terasa. Perekonomian yang melambat membuat pasar kerja semakin kompetitif. Anak-anak muda lazim menjalani pekerjaan yang 996. Bekerja puku 9 pagi hingga 9 malam, enam hari sepekan. Dan itu adalah realitas di banyak sektor.
Dalam beberapa tahun terakhir, laporan tentang karyawan muda yang diduga meninggal akibat kelelahan kerja juga ramai di media sosial. Sehingga, muncullah perbincangan soal kesehatan mental dan fisik di sejumlah media
Di Niang Qing, Cici Song, pekerja kantoran berusia 41 tahun, mengatakan malam hari adalah waktu untuk diri sendiri. Dan itu adalah satu-satunya quality time yang dimilikinya.
Saat diwawancarai AFP, Cici sedang menyesap minuman berwarna amber. Untuk menyembuhkan saluran napasnya yang penuh dahak.
Cici merasakan, ada tarik menarik antara kebutuhan melepas penat dan keinginan merawat tubuh. “Di satu sisi, kita ingin bersenang-senang. Di sisi lain, kita ingin menjaga kesehatan. Ini semacam keseimbangan—bersenang-senang sambil berusaha mengurangi dampak buruknya,” kata Cici.
DUA ANAK MUDA, Roxy Guo (kiri) dan Helen Zhao, menikmati minuman di bar Nian Qing, Shanghai, 3 Februari 2026. -JADE GAO-AFP-
Dan pemikiran-pemikiran seperti itu menemukan pasarnya. Karena itulah, bar Niang Qing didirikan tahun lalu. Pendirinya adalah mahasiswa dari Shanghai University of Traditional Chinese Medicine. Usaha itu sukses. Sudah berkembang menjadi lima lokasi di berbagai kota.
Salah seorang pendirinya, Wu Siyuan, 22, mengatakan banyak anak muda sebenarnya tertarik pada budaya pengobatan tradisional. Masalahnya, cara mengaksesnya sering terasa membosankan. “Gagasan bar ini lahir agar orang bisa merasakan budaya pengobatan tradisional lewat hiburan,” ujarnya.
Wu betul. Minat anak muda Tiongkok terhadap produk yang “mengemas ulang” budaya tradisional untuk konteks modern terus meningkat. Pengobatan tradisional Tiongkok, khususnya, mengalami lonjakan popularitas secara global.
Di TikTok, tren “Becoming Chinese” memperlihatkan pengguna luar negeri meracik seduhan herbal, minum air hangat, atau mempraktikkan latihan fisik tradisional. Dan itu mendulang ratusan ribu like. Wu menyebut bar mereka juga mulai dikunjungi pelanggan asing.
BACA JUGA:Festival Musim Semi Tiongkok, Nilai Budaya dan Simbol Persatuan Sosial
BACA JUGA:Subsidi Menyusut, Penjualan Mobil Listrik di Tiongkok Tertekan: Bisa Kembali ke Bensin…?
Menurut Hua Hui, profesor di Shanghai Jiao Tong University, bar bertema pengobatan tradisional mampu menarik orang berkunjung. Apalagi ada pengalaman sosial yang memberi nilai emosional bagi pengunjung. “Anak muda berada di bawah tekanan besar dan perlu skenario baru untuk melepas beban. Ini masalah global,” katanya.
“Bar pengobatan tradisional hari ini menawarkan bentuk baru bersosialisasi. Ini adalah ‘wellness’ untuk era baru,” tegasnya.