Dilema! Megawati Hangestri Bisa Berpaling dari Red Sparks demi Trofi

Dilema! Megawati Hangestri Bisa Berpaling dari Red Sparks demi Trofi

Liga voli Korea Selatan atau V-League resmi menerapkan sistem baru dalam perekrutan pemain kuota Asia, dan pevoli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi menjadi sorotan.-Tangkapan layar Instagram@red_sparks_ina-

HARIAN DISWAY- Pergeseran peta kekuatan voli profesional Korea Selatan memasuki babak baru. Hal itu seiring diubahnya sistem seleksi kuota Asia menjadi perekrutan terbuka, tidak lagi dengan sistem draft.

Artinya, untuk mendapatkan pemain yang sudah teruji, klub-klub kini tidak hanya menawarkan gaji menggiurkan. Tapi juga memobilisasi jaringan personal demi memenangkan negosiasi.

Situasi itu dimanfaatkan klub-klub raksasa seperti IBK Altos dan Pink Spiders memburu talenta Jepang. Namun, mata dunia voli Korea Selatan kembali tertuju pada satu nama: Megawati Hangestri Pertiwi.

Pemain berjuluk Megatron itu berada di persimpangan jalan. Ia menghadapi pilihan, antara loyal kepada Daejeon Jungkwangjang Red Sparks, yang telah dibelanya selama tiga musim terakhir. Atau mengejar trofi juara bersama klub papan atas Korea lainnya.

BACA JUGA:Megawati Hangestri Pertiwi Kembali ke Korea V-League, ke Mana Megatron Berlabuh?

BACA JUGA:Megawati Megatron Siap Comeback ke V-League Korea 2026-2027, Ini Syaratnya!

​Sistem kuota Asia di V-League diperkenalkan sebagai solusi atas kelangkaan talenta domestik di Korea Selatan. Minimnya stok pemain lokal sempat membuat nilai kontrak pemain bebas (free agent) melonjak drastis.

Sayangnya, situasi itu sering kali merugikan klub. Karena performa pemain dengan gaji tinggi itu ternyata mengecewakan. Nah, kehadiran pemain kuota Asia menjadi penyelamat finansial.

Dengan gaji berkisar antara USD100 ribu hingga USD150 ribu (sekitar Rp 1,5 hingga 2,4 miliar), performa mereka terbukti mampu menyaingi pemain asing non-Asia yang memiliki nilai kontrak jauh lebih tinggi.

​Pergerakan Agresif Klub-Klub Besar


Selebrasi sederhana dari Megawati Hangestri Pertiwi (berhijab), usai bungkam Heungkuk Life Insurance Pink Spiders 3-2, di pertandingan ketiga final V-League 2024-25--Twitter Indonesia volleyball @volleyballidn

Saat ini, ​IBK Industrial Bank (IBK Altos) menjadi salah satu yang paling gesit memanfaatkan perubahan regulasi kuota Asia. Setelah gagal menembus babak playoff musim lalu, mereka resmi mendatangkan Miwako Osanai pada 15 April.

BACA JUGA:Yeom Hye-Seon ke Indonesia, Sinyal Megawati Kembali ke V-League Korea?

BACA JUGA:Megawati Hangestri Batal Comeback ke V-League Korea, Ini Alasannya

Mantan penggawa timnas Jepang ini merupakan penyerang papan atas yang menempati peringkat kedelapan pencetak poin terbanyak di Liga SV Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber