HARIAN DISWAY — Memilih minuman saat berbuka puasa dan alasan di baliknya sering memicu perdebatan. Sebagian orang memilih teh manis hangat untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Namun, tidak sedikit pula yang memilih air putih sebagai pembatal puasa. Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Setelah sekitar 12 jam lebih berpuasa, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah dan kehilangan cairan. Karena itu, pemilihan minuman pertama saat berbuka sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan energi dan kondisi pencernaan.
Air Putih: Kunci Rehidrasi Tubuh
AIR PUTIH menjadi pilihan utama yang dianjurkan banyak ahli kesehatan terutama pada saat berbuka--pexels
Air putih menjadi pilihan utama yang dianjurkan banyak ahli kesehatan. Menurut World Health Organization (WHO), kebutuhan cairan harian orang dewasa rata-rata sekitar 2 liter per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.
BACA JUGA:Ramadan Tiba, Berikut Dampak Positif Puasa yang Perlu Diketahui
BACA JUGA:Tip Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan 2026
Saat puasa, tubuh kehilangan cairan melalui keringat dan urin sehingga rehidrasi menjadi prioritas utama ketika berbuka. Air putih membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh tanpa menambah beban gula berlebih.
Selain itu, minum air putih terlebih dahulu dapat membantu sistem pencernaan bersiap menerima makanan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil serta mencegah pusing atau lemas mendadak saat berbuka.
Dalam berbagai panduan kesehatan Ramadan yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat dianjurkan untuk memulai berbuka dengan air putih, kemudian dilanjutkan dengan makanan ringan seperti kurma sebelum mengonsumsi makanan utama.
Teh Manis: Sumber Energi Cepat, Tapi Perlu Bijak
MENAMBAHKAN MADU atau gula pada minuman memang dapat membantu tubuh kembali bertenaga dalam waktu singkat. --pexels
Di sisi lain, teh manis mengandung gula sederhana yang dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Setelah seharian berpuasa, asupan gula memang dapat membantu tubuh kembali bertenaga dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda, Indonesia hingga Timur Tengah Tak Serentak
BACA JUGA:Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari 2026, Hilal Tak Terlihat Versi Astronomi Bosscha
Namun, konsumsi gula berlebihan saat berbuka berisiko menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, kemudian turun drastis (sugar crash).
Kondisi ini bisa membuat tubuh kembali lemas atau mengantuk setelah makan. Terlebih bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol berat badan, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
Ahli gizi umumnya menyarankan jika ingin minum teh manis, gunakan gula dalam jumlah moderat atau pilih teh tanpa gula terlebih dahulu, lalu konsumsi makanan manis alami seperti kurma.
Mana yang Lebih Baik?
Secara medis, air putih lebih direkomendasikan sebagai minuman pertama saat berbuka karena berfungsi mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
BACA JUGA:Sekolah Tetap Masuk Selama Ramadan, Dapat Diskon 10 Menit Setiap Jam Pelajaran
Teh manis boleh dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak berlebihan dan tidak dijadikan satu-satunya sumber pemulihan energi.
Kombinasi ideal saat berbuka adalah air putih untuk rehidrasi, kurma sebagai sumber gula alami, kemudian dilanjutkan dengan makanan bergizi seimbang. Dengan pola ini, energi kembali tanpa membebani tubuh.
Memilih minuman yang tepat saat berbuka bukan sekadar soal selera, tetapi juga soal menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. (*)
BACA JUGA:Masih Ragu dengan Hukum Nyekar atau Nyadran Jelang Ramadan? Ini Penjelasan Terbaru MUI
BACA JUGA:MUI Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berbeda, Kiai Cholil Ajak Umat Dewasa Sikapi Perbedaan
*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.