Presiden Iran Tetapkan Tiga Syarat untuk Mengakhiri Perang
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajukan tiga syarat berakhirnya perang di Timur Tengah -Tasnim News Agency-
HARIAN DISWAY - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, telah menetapkan syarat-syarat untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Langkah ini dinilai oleh para analis sebagai kemungkinan sinyal de-eskalasi dari Teheran saat perang AS-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-13 pada hari Kamis.
Melalui unggahan di media sosial X pada hari Rabu, Pezeshkian menyatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan rekan sejawatnya di Rusia dan Pakistan. Dalam pembicaraan tersebut, ia menegaskan kembali "komitmen Iran terhadap perdamaian".
Menurut Pezeshkian, ada tiga poin utama yang harus dipenuhi untuk menghentikan konflik bersenjata yang saat ini tengah membara di kawasan Timur Tengah. “Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini—yang dipicu oleh rezim Zionis & AS—adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran kompensasi (reparasi), dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan,” tulis Pezeshkian.
BACA JUGA:Hari Ke-13 Perang, Iran Lancarkan Serangan Paling Masif pada Malam Lailatul Qadar
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa keputusan mengenai kapan perang di Timur Tengah berakhir sepenuhnya berada di tangan Iran. Pernyataan keras IRGC ini muncul sebagai respons atas klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut bahwa konflik dapat segera berakhir.

Peluncuran drone kamikaze oleh militer Iran menarget sejumlah titik tempat militer Israel berada-Tasnim Military Photo-
Dalam konferensi pers di Florida pada Senin, 9 Maret 2026, Trump memprediksi bahwa peperangan tidak akan berlangsung lama, namun ia juga melontarkan ancaman serius. “Perang ini akan segera berakhir. Tapi kalau mereka memulainya lagi, mereka akan dihantam jauh lebih keras,” tegas Donald Trump.
BACA JUGA:Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, 22 Orang Tiba di Tanah Air
Menanggapi hal tersebut, IRGC menyatakan bahwa operasi militer Iran akan terus berlanjut selama masih ada ancaman terhadap kepentingan negara maupun sekutunya di kawasan. Mereka juga memperingatkan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah tetap menjadi target potensial dalam konflik yang sedang berlangsung ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan de-eskalasi dalam konflik Iran selama panggilan telepon pada hari Selasa dengan timpalannya dari Iran, Masoud Pezeshkian, demikian pernyataan Kremlin.
"Presiden Rusia menegaskan kembali posisi prinsipnya yang mendukung de-eskalasi konflik secepatnya dan agar konflik tersebut diselesaikan melalui jalur politik," ungkap Kremlin dalam ringkasan pembicaraan tersebut.
"Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, terutama atas penyediaan bantuan kemanusiaan kepada Iran," tambah Kremlin, yang sekaligus mengonfirmasi bahwa Moskow telah mengirimkan bantuan kepada sekutunya, Teheran.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: