Ia menyebut insiden di laga besar seperti Juventus vs Inter setidaknya membuka mata publik internasional. Tentang betapa lemahnya regulasi tersebut.
“Itulah hal paling positif dalam laga kontroversial tersebut. Seluruh dunia kini membicarakannya. Itu pertandingan yang disaksikan dunia dan sangat penting di Italia,” katanya.
BACA JUGA:Inter Milan Tumbangkan Juventus 3-2, Cristian Chivu Akui Tekanan Laga Sangat Besar
BACA JUGA:Chiellini Desak Rocchi Mundur Usai Juventus Kalah Dramatis dari Inter Milan
Bek tengah Inter Milan Alessandro Bastoni dikecam usai melakukan diving dalam pertandingan Juventus vs Inter Milan.-@alessandrobastoni-Instagram
De Rossi menyayangkan aturan yang melarang peninjauan VAR untuk kartu kuning kedua. Itu disebutnya sebagai kesalahan besar.
“Aturan VAR paling konyol. Sudah saya katakan selama tiga tahun. Bahwa kartu kuning kedua dianggap tidak seserius kartu merah langsung. Padahal dampaknya sama,” ujarnya.
Ia bahkan menilai perubahan aturan bisa dilakukan dengan cepat. “Prosesnya hanya butuh dua hari. Mulai besok, setiap kartu kuning kedua harus bisa ditinjau ulang. Sulit menemukan orang yang tidak setuju bahwa kini, kartu kuning kedua bisa mengubah pertandingan. Lebih dari gol atau penalti,” tegas De Rossi.
Isu itu disebut-sebut akan menjadi bahan evaluasi IFAB menjelang Piala Dunia 2026 mendatang. Kontroversi Derby d’Italia kembali memantik perdebatan panjang. Terkait konsistensi dan batasan penggunaan VAR dalam sepak bola modern. (*)