HARIAN DISWAY - Pelatih Genoa Daniele De Rossi angkat bicara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu.
Insiden kontroversial itu terjadi dalam laga Derby d’Italia antara Inter dan Juventus. De Rossi menyebut bek asal Prancis itu menjadi korban aturan VAR paling konyol.
Inter menang dramatis 3-2 atas Juventus di San Siro. Namun, pertandingan tersebut dibayangi polemik besar.
Pada menit ke-42, Kalulu menerima kartu kuning kedua. Ia dianggap melanggar Alessandro Bastoni di dekat garis tengah lapangan.
BACA JUGA:Diteror Usai Juventus vs Inter Milan, Alessandro Bastoni Matikan Kolom Komentar Instagram
BACA JUGA:Inter Milan vs Juventus: Chiellini dan Comolli Terancam Sanksi Usai Protes Wasit
Momen bek Juventus, Pierre Kalulu (tengah), ketika mendapat kartu merah dalam laga kontra Inter Milan. Tampak Alessandro Bastoni berteriak kegirangan atas keputusan wasit, 15 Februari 2026.--Instagram @urlo.nerazzurro
Sejumlah media Italia menilai kartu kuning pertama Kalulu sudah tergolong keras. Sementara kartu kuning kedua disebut “absurd” dan “tidak ada”.
Tayangan ulang memperlihatkan Bastoni terjatuh dengan mudah dalam duel tersebut. Dengan kata lain, ia cenderung melakukan diving.
Situasi makin memanas. Karena Bastoni, yang saat itu juga telah mengantongi kartu kuning, terlihat merayakan keputusan wasit yang mengusir Kalulu. Reaksi itu memicu kemarahan manajemen dan pendukung Juventus.
Penunjuk wasit Serie A Gianluca Rocchi kemudian mengakui adanya kekeliruan dalam keputusan tersebut. Namun, karena insiden itu merupakan kartu kuning kedua dan bukan kartu merah langsung, VAR tidak memiliki kewenangan untuk meninjau ulang.
BACA JUGA:Emil Holm Cedera Otot, Juventus Krisis Bek Kanan Usai Tumbang dari Inter Milan
BACA JUGA:Juventus vs Inter Milan Tuai Kontroversi, Sejumlah Tokoh Desak Bastoni Dicoret dari Timnas Italia
Aturan itulah yang menjadi sorotan De Rossi. Ia menilai regulasi VAR saat itu tidak masuk akal. Terutama dalam kasus kartu kuning kedua. Yang berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.
“Saya termasuk orang pertama yang merayakan kehadiran VAR, dan mungkin juga yang pertama menyadari bahwa kita akan terus mengejar kesempurnaan. Tapi tanpa pernah benar-benar mencapainya,” ujar De Rossi dikutip Corriere dello Sport.