Rupiah Tembus Rp17 Ribu Per Dolar di Tengah Perang Iran–AS, Harga BBM Terancam Naik

Rupiah Tembus Rp17 Ribu Per Dolar di Tengah Perang Iran–AS, Harga BBM Terancam Naik

Kurs dolar terhadap rupiah berada di sekitar Rp16.872 per USD, 7 Maret 2026.--pinterest

HARIAN DISWAY - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal pekan, kini telah menyentuh Rp17.000 terhadap Dolar Amerika Serikat (USD).

Dilansir dari laman Bloomberg Technoz, pada pembukaan perdagangan spot Senin, 9 Maret 2026, rupiah melemah 0,64% ke Rp17.015 per USD setelah indeks dolar AS menguat 0,7% ke 99,67. Tak lama setelahnya, rupiah kembali berada di level Rp16.989 per USD pada 09:04 WIB.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa pelemahan  rupiah dipicu oleh peralihan investor ke aset yang lebih aman seperti dolar AS di tengah meningkatnya risiko perang Iran-AS.

“Saat ini dolar AS sedang jadi safe haven,” terang Bhima.

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini 7 Maret 2026, Dolar AS Tembus Rp16.900–Rp17.400

BACA JUGA:KPK: Pengakuan Bupati Buol Terima Ratusan Juta Rupiah dan Tiket Konser Blackpink

Di samping itu, kekhawatiran lonjakan harga BBM dan tekanan inflasi membuat pasar mulai mengantisipasi peringatan lembaga pemeringkat seperti Moody’s, Fitch, dan S&P terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Belum lama ini, tepatnya pada Rabu, 4 Maret 2026, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia atau Indonesia’s Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating dari stabil menjadi negatif.

Sedangkan pada bulan lalu, Kamis, 5 Februari 2026, lembaga pemeringkat Moody’s juga telah mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Selain itu, defisit APBN tercatat melebar hingga empat kali lipat dibandingkan dengan posisi Februari 2025. Kondisi tersebut diperparah oleh potensi pelemahan penerimaan pajak bersamaan dengan meningkatnya beban utang jatuh tempo pemerintah.

BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Nyaris Sentuh Rp17 Ribu Per Dolar AS, Ini Dampaknya

BACA JUGA:Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel, Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga

“Penerimaan pajak masih diperkirakan melemah, dibarengi dengan beban utang jatuh tempo pemerintah yang naik,” tambah Bhima.

Dampak Melemahnya Rupiah ke Masyarakat:

1. Kenaikan harga barang akibat cost of living crisis

2. Risiko kenaikan BBM dan LPG

Dua kebutuhan ini sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah karena tingginya impor energi.

3. PHK massal

Jika kondisi terus berlanjut,  peningkatan biaya produksi akibat pelemahan kurs juga berpotensi memicu gelombang PHK.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: