Namun, sang pelatih menilai tekanan adalah bagian dari perjalanan tim yang sedang berkembang.
“Tekanan itu hal yang normal bagi semua pemain. Kami adalah tim yang sangat muda. Tahun ini kami memang dituntut untuk menang, dan kami menyukai tekanan itu. Kami sudah menunjukkan bahwa kami mampu,” katanya.
BACA JUGA:Drama Matchday 8 Liga Champions 2025/2026: Arsenal Puncak, Real Madrid dan PSG Masuk Jalur Play-off
BACA JUGA:PSG vs Newcastle 1-1, Hasil Imbang Buat Kedua Tim Terpental dari 8 Besar
Selebrasi penyerang PSG, Desire Doue (kanan), bersama Achraf Hakimi (kiri), usai mencetak gol dalam laga menghadapi AS Monaco. Rabu, 18 Februari 2026.--Instagram @parisdanslapeau
Ia menyebut pertandingan ini spesial karena dua peluang awal Monaco langsung berbuah gol. Dalam kondisi tertinggal cepat seperti itu, tim sering kali kehilangan kepercayaan diri. Namun PSG mampu menjaga fokus dan meningkatkan intensitas permainan.
“Dalam situasi seperti itu, sangat mudah kehilangan kepercayaan diri, baik secara individu maupun sebagai tim. Tapi kami berhasil melewati momen tersebut. Tim menunjukkan mentalitas yang luar biasa,” tutup Luis Enrique.
Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa PSG tidak hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga karakter kuat untuk bangkit dalam situasi sulit—sebuah modal penting dalam perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. (*)