DPR RI Minta Dikotomi PTN dan PTS Dihapus, Khawatir Banyak Kampus Swasta Tutup
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf.-Dok. DPR RI-
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Komisi X DPR RI meminta pemerintah menghapus dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan kampus swasta yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi penurunan jumlah mahasiswa baru.
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menegaskan bahwa PTS memiliki peran strategis karena menampung lebih dari separuh mahasiswa di Indonesia.
BACA JUGA:Jatim Kian Dominan di PTN, 24.213 Siswa Lolos SNBT 2026 Naik Hampir 20 Persen
BACA JUGA:Pecundang Pendidikan: Kisah Abadi Joki Seleksi PTN
Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian dan dukungan kebijakan yang lebih adil bagi kampus swasta.
Pernyataan tersebut disampaikan Furtasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DPR RI bersama LLDIKTI Wilayah III, IV, XI, XII, dan XIV di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, pembentukan Panja SPMB berangkat dari banyaknya keluhan yang disampaikan pengelola perguruan tinggi swasta di berbagai daerah.
Salah satu persoalan utama yang mereka hadapi adalah terus menurunnya jumlah mahasiswa baru sejak beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:SNPMB Jalur Mandiri Rapor PTN 2026 Masih Dibuka, Ini Daftar Kampus dan Jadwalnya!
BACA JUGA:Strategi Ampuh SNBT, Peluang Lolos PTN 2026 Makin Besar
“Lahirnya Panja ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh keresahan dari seluruh pengelola PTS. Sejak 2022 sampai sekarang tren jumlah mahasiswa baru terus menurun,” ujar Furtasan.
Menurut politikus Partai NasDem tersebut, sudah saatnya pemerintah mengubah paradigma yang selama ini menempatkan PTS sebagai pelengkap pendidikan tinggi.
Ia menilai kampus swasta merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: