HARIAN DISWAY - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan komitmennya terhadap regenerasi tim dengan memberi sorotan khusus kepada pemain muda.
Untuk mengarungi Super League 2025/2026, pemain-pemain muda Bajol Ijo (sebutan Persebaya) tak hanya diandalkan sebagai pelapis, tapi juga berperan penting di tengah kompetisi.
Situasi cedera yang menimpa sejumlah pemain inti menjadi latar belakang keputusan Tavares untuk memanfaatkan pemain muda.
BACA JUGA:Persebaya Masuk Top 3 Raja Tandang Super League, Persijap Bisa Jadi Korban Berikutnya!
BACA JUGA:Mau Persebaya Move On, Bernardo Tavares Analisa Kelemahan Bajol Ijo!
Bernardo Tavares Beri Menit Bermain untuk Pemain Muda Persebaya
Bernardo Tavares saat memimpin skuad Persebaya berlaga melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu, 7 Februari 2026.-Media Persebaya-
"Kami tidak punya banyak opsi pemain di bangku cadangan karena beberapa pemain inti kami cedera, jadi kita terpaksa memainkan mereka di situasi yang berat," ungkap Tavares.
Langkah tersebut tidak hanya sebagai solusi sementara, tetapi juga sebagai kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan kapasitas mereka di panggung tertinggi.
Persebaya dikenal memiliki tradisi panjang dalam mengembangkan talenta muda. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, dan Toni Firmansyah sudah mengukir prestasi dan sukses.
Di masa kepemimpinan Bernardo Tavares, prinsip pembinaan itu diperkuat. Tavares menyatakan bahwa regenerasi adalah fondasi penting agar klub tidak kehilangan identitas serta keberlanjutan prestasi.
BACA JUGA:3 Pemain Persebaya Turun ke Gang, Bonek Sambut Antusias di Jalan Semarang 128
BACA JUGA:Bernardo Tavares Evaluasi Kelemahan Persebaya Jelang Lawan Persijap, Fokus Finishing!
"Sebagai pelatih, saya jujur lebih suka mengandalkan pemain muda untuk bersinergi dengan pemain senior," beber juru taktik asal Portugal itu.
Dalam dua pertandingan terakhir melawan Bali United dan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Tavares memasang pemain muda untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain yang cedera.
Tepatnya, ketika Tavares memberi menit bermain kepada Dimas Wicaksono dan Alfan Suaib.