Open to Work, Simbol Kerentanan Sosial

Jumat 20-02-2026,13:36 WIB
Oleh: Inas Farhanah

BACA JUGA:Website Ampuh untuk Pencari Kerja: Temukan Pekerjaan Impianmu Lebih Cepat dan Mudah!

BACA JUGA:Ramai Dibicarakan di Twitter, Berikut Penjelasan Mengenai Status BI Checking Buat Pencari Kerja

Namun, fenomena aktris beberapa waktu lalu membuka lebar kontradisksi itu yang mengungkap ada makna di balik Open to Work.  Di balik Open to Work, pencari kerja dihadapkan oleh ketidakpastian pada pasar kerja modern. 

Menurut Bourdieu, melalui konsep modal, peranan modal memiliki kekuatan sosial yang dapat memberikan kesempatan-kesempatan hidup seseorang. Penjelasan modal yang ditawarkan adalah modal simbolik (modal ekonomi, sosial, dan budaya). Seseorang memiliki modal-modal yang diakui, diterima, bahkan dihormati oleh masyarakat. 

Melalui fenomena aktris yang memiliki “image” sebagai orang kaya, berada, memiliki banyak projek dan relasi, tetapi ia memberi status Open to Work pada dirinya. Lantas hal ini memicu kemarahan bagi yang tidak memiliki modal simbolik tersebut. 

Open to Work menjadi sebuah simbol yang mengumumkan bahwa kesiapan posisi seseorang sedang transisi dari posisi penggaguran menuju posisi bekerja. Di sinilah terlihat ada makna kerentanan pada pemakaian simbol ini. Tidak semua orang yang Open to Work memiliki jejaring luas, pendidikan yang memadai, dan pengalaman-pengalaman linier. 

Bagi pencari kerja yang memiliki badge hijau ini dengan sedikitnya jaringan sosial, latar pendidikan menengah kebawah, dan tidak memiliki pengalaman cukup akan mengalami ketidakpastian ekomomi dan ketimpangan kelas.

Secara tidak langsung pencari kerja ini mengalami kekerasan simbolik. Linkdin sebagai arena bersaing mendapatkan pekerjaan, yang dilihat bukanlah soal skill tetapi juga pengakuan. Pengakuan yang terlihat adalah gelar kampus ternama, jumlah koneksi dan angagement tinggi, bahkan pengalaman magang di perusahaan ternama. 

Bagi yang tidak memiliki, Open to Work hanya menjadi simbol kerentanan yang merepresentasikan seseorang yang pasrah terhadap ketidakpastian hidup bahwa dirinya sedang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi hidupnya. 

Inilah yang menjelaskan emosi dan reaksi dari para pencari kerja yang tidak memiliki modal simbolik mengujarkan ketidaksukaan kepada aktris tersebut. Ketidakadilan yang dirasakan para pencari kerja yang sama-sama menggunakan Open to Work, menyuarakan opini akan ketidakberdayaan ditengah sulitnya mencari pekerjaan.

Open to work menjadi sebuah realitas sosial yang dapat menjelaskan masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan dan tidak sedikit didalamnya yang tidak mampu bersaing karena kurangnya modal ekonomi, sosial, dan budaya. Open to Work memang merupakan fitur Linkdin yang dapat membantu penggunanya untuk mendapatkan kesempatan dan peluang untuk naik posisi dari menganggur menjadi pekerja. Namun melalui fenomena ini, sangat terlihat bahwa Open to Work tidak sekedar pemberi kesempatan melainkan simbol kerentanan dalam kepasrahan mendapat pekerjaan karena dibaliknya, ada cerita tentang adaptasi, tekanan, dan usaha dalam mendapatkan memperebutkan pekerjaan dengan modal-modal yang terbatas. (*)

 

 

*) Mahasiswa S2 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga.

 

 

Kategori :