HARIAN DISWAY - Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, melontarkan pernyataan keras terkait dugaan tindakan rasisme yang dialami penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, saat menghadapi Benfica di ajang Liga Champions.
Vinucius meninggalkan lapangan setelah menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan pelecehan rasial.
Tuduhan itu dibantah oleh Prestianni dan pihak klub, sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan UEFA. Jika terbukti bersalah, Prestianni terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan.
Rosenior menolak membahas detail insiden karena proses investigasi masih berlangsung. Namun ia menegaskan sikapnya terhadap rasisme tanpa ragu.
“Segala bentuk rasisme dalam masyarakat, apalagi di sepak bola, tidak dapat diterima,” tegasnya kepada media, dikutip dari The Guardian. Ia juga menyoroti kondisi emosional Vinícius saat insiden terjadi.
BACA JUGA:Benfica vs Real Madrid: Mourinho Sebut Vinicius Jr Pemicu Kekacauan di Lisbon
BACA JUGA:Real Madrid Tekuk Benfica di Lisbon, Vinicius Jr Laporkan Dugaan Rasisme
Real Madrid menang 1-0 atas Benfica di UCL dalam laga yang sempat terhenti akibat laporan dugaan rasisme Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior.--Getty Images
“Ketika Anda melihat seorang pemain sangat terpukul seperti Vinicius Junior, biasanya ada alasan di baliknya,” ujar Rosenior, menekankan bahwa reaksi tersebut tidak muncul tanpa sebab. Pelatih asal Inggris itu kemudian berbicara dari pengalaman pribadi
“Saya sendiri pernah mengalami pelecehan rasial. Saya mengenal orang-orang yang juga pernah mengalaminya. Yang harus dipahami orang adalah ketika Anda dihakimi karena sesuatu yang seharusnya Anda banggakan, itu adalah perasaan terburuk yang bisa Anda bayangkan,” katanya.
Lebih jauh lagi, Rosenior menyerukan hukuman maksimal bagi pelaku rasisme di dunia sepak bola.
BACA JUGA:Pedro Neto Bawa Chelsea Lolos 16 Besar FA Cup, Rosenior Puji Mentalitas Tim
BACA JUGA:Chelsea vs Leeds 2-2, 6 Menit yang Bikin Liam Rosenior Murka
“Jika ada pemain, pelatih, atau manajer yang terbukti bersalah melakukan rasisme, mereka tidak seharusnya berada di dunia sepak bola. Sesederhana itu bagi saya,” ujarnya tegas, bahkan mengisyaratkan bahwa larangan seumur hidup adalah langkah yang pantas.
Terkait komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang dinilai menyiratkan bahwa selebrasi Vinícius bersifat provokatif, Rosenior berhati-hati dalam merespons.