HARIAN DISWAY - Ramadan selalu identik dengan menahan lapar dan dahaga. Siapa pun yang makan di siang hari, apalagi di tempat umum, kerap langsung dicap melanggar.
Begitu pula yang dialami Nasruddin, seorang sufi dari Konya, Turki, dalam kisah klasik. Di tengah terik siang kala Ramadan, ia terlihat duduk di depan rumahnya.
Kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya. Beberapa orang yang lewat terkejut. “Seorang ahli ibadah kok makan di siang hari saat puasa?” bisik mereka.
Tak butuh waktu lama, kabar itu menyebar. Nasruddin pun dipanggil dan ditegur. Karena dianggap meremehkan kesucian bulan puasa.
BACA JUGA:Meneladani Sufi Perempuan Rabiatul Adawiyah
BACA JUGA:8 Golongan yang Boleh Tidak Berpuasa di Bulan Ramadan dan Penjelasan Syariatnya
Namun ketika dimintai penjelasan, sang sufi tidak marah. Ia hanya meminta orang-orang itu masuk ke rumahnya.
Di dalam, tampak seorang perempuan tua terbaring lemah. Dialah ibunya. Perempuan itu sudah renta dan sakit-sakitan.
Tangannya gemetar. Dia bahkan tak mampu menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. Ternyata, yang dilihat warga bukanlah sang sufi sedang makan untuk dirinya.
Namun, Nasruddin sedang mencicipi sedikit makanan. Demi memastikan suhu dan rasanya aman, sebelum menyuapkannya kepada sang ibu.
BACA JUGA:Fenomena Mendadak Baik Saat Ramadan, Tanda Spiritual dan Sosial Bekerja Beriringan
BACA JUGA:Ramadan Tiba, Berikut Dampak Positif Puasa yang Perlu Diketahui
Karena khawatir ibunya tersedak atau kepanasan, ia memastikan semuanya layak. Dalam proses itu, terlihat seolah-olah ia sedang makan.
Beberapa riwayat lain menyebut, ia memang tidak berpuasa hari itu. Karena harus merawat ibunya yang sakit parah.