SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kini, harga cabai rawit dibanderol Rp125 per kilogram. Lonjakan harga itu terjadi di beberapa pasar tradisional Kota Surabaya sejak sebelum Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026.
Di Pasar Pucang Anom, misalnya, harga cabai rawit melampaui daging ayam yang mencapai Rp38 ribu per kilogram serta daging sapi Rp110 ribu per kilogram.
Padahal, kisaran harga cabai rawit saat normal biasanya berada di angka Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.
BACA JUGA:Awal Ramadan, Harga BBM Turun Serentak di Seluruh SPBU!
BACA JUGA:Jelang Ramadhan, Khofifah Turun Langsung Bagi Sembako untuk Warga
Ya, memasuki pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, komoditas kebutuhan pokok selain cabai rawit sebetulnya masih berada pada level harga yang stabil.
Kecuali bawang merah naik Rp5 ribu, dari Rp40 ribu sekarang jadi Rp45 ribu per kilogram.
Faktor yang Menggerakkan Harga Sembako
Sejumlah unsur memicu perubahan harga kebutuhan pokok. Biaya produksi, kebijakan pemerintah, nilai tukar, hingga kondisi cuaca ikut berperan dalam menentukan arah harga.
BACA JUGA:Harga Beras dan Telur Kompak Turun, Cek Daftar Harga Sembako di Sini!
BACA JUGA:Koperasi Merah Putih Semolowaru Bantu Warga Dapat Sembako dengan Harga Miring
Harga biasanya terdorong naik saat permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau menurun. Jika barang tersedia lebih banyak dibanding kebutuhan pasar, harga justru berpotensi turun.
Produksi pertanian dapat terganggu akibat cuaca ekstrem, pergantian musim, atau bencana alam. Gangguan tersebut menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga di pasar.
Aturan pemerintah seperti kebijakan impor, pemberian subsidi, pengenaan pajak, maupun regulasi lain turut membentuk harga. Contohnya, pembatasan impor atau perubahan tarif pajak dapat mengerek harga komoditas.
BACA JUGA:Waspada Harga Pangan Naik! Update Harga Cabai, Beras, dan Telur Hari Ini 12 Februari 2026
BACA JUGA:Stok Pangan Surabaya Aman hingga 8 Bulan ke Depan, Harga Cabai hingga Telur Turun Jelang Nataru 2026
Biaya pupuk, bahan baku, bahan bakar, dan upah tenaga kerja yang meningkat akan menambah ongkos produksi serta distribusi. Dampaknya kemudian terasa pada harga jual sembako.
Nilai tukar mata uang yang berfluktuasi juga memberi pengaruh, terutama untuk komoditas impor. Ketika mata uang domestik melemah, harga barang dari luar negeri menjadi lebih tinggi.
Laju inflasi yang meningkat ikut menekan harga karena biaya berbagai barang dan jasa ikut naik. Situasi ekonomi yang tidak stabil dapat memperparah kondisi tersebut.
BACA JUGA:Imsak Lumajang Hari Ini Minggu 22 Februari 2026: Jadwal Lengkap Buka Puasa 4 Ramadan 1447 H
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Pembeli dan Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
Distribusi yang terhambat, seperti akibat kemacetan, aksi mogok, atau persoalan logistik, bisa menunda pengiriman. Pasokan berkurang dan harga di pasar terdorong naik.