Stok BBM Aman, DPR Soroti Pendistribusian Selama Ramadan 2026

Senin 23-02-2026,14:47 WIB
Reporter : Noor Arief Prasetyo
Editor : Noor Arief Prasetyo

HARIAN DISWAY - Kepastian stok bahan bakar minyak selama Ramadan 2026 menjadi sorotan DPR RI menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah daerah meski cadangan energi nasional diklaim aman, Senin, 23 Februari 2026.

Anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan BBM, melainkan pada sistem distribusi yang dinilai belum optimal. Menurutnya, stok BBM subsidi maupun nonsubsidi sebenarnya mencukupi kebutuhan masyarakat, namun terjadi penumpukan di titik tertentu sehingga distribusi tidak merata.

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkap temuan saat melakukan kunjungan spesifik ke fasilitas energi di Kalimantan Timur. Ia menilai terdapat anomali karena daerah penghasil justru mengalami kelangkaan di tingkat pengecer.

“Kami sudah rapat dengar pendapat, bahkan tinjau langsung ke kilang Balikpapan. Laporannya stok tidak kurang, cuma menumpuk di satu tempat,” ujar Sturman dalam keterangannya.

BACA JUGA:Awal Ramadan, Harga BBM Turun Serentak di Seluruh SPBU!

BACA JUGA:Polres Sumenep Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, Delapan Tersangka Diamankan

Ia mempertanyakan efektivitas penyaluran kuota harian yang seharusnya menjamin kelancaran distribusi di lapangan. “Bagaimana mungkin di Balikpapan ada kilang besar, tapi masyarakatnya harus antre dengan alasan stok kosong? Ini yang harus dievaluasi,” cetusnya.

Menurutnya, momentum Ramadan menuntut kesiapan distribusi yang lebih presisi karena konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Ia meminta pemerintah bersama badan usaha penyalur BBM melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak terjadi kesenjangan antara data stok nasional dan realitas di SPBU.

Selain BBM, Sturman juga mewanti-wanti pemerintah terkait stabilitas harga sembilan bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri. Ia menilai pengendalian harga harus dilakukan sejak dini agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Jangan tunggu harga beras, minyak, dan gula melambung baru bergerak. Operasi pasar harus dilakukan sekarang untuk menjaga daya beli masyarakat,” tegas legislator daerah pemilihan Kepulauan Riau tersebut.

BACA JUGA:Dua RSUD Jatim Raih Predikat WBBM 2025, Khofifah Tegaskan Reformasi Birokrasi Harus Berdampak Nyata

BACA JUGA:Daftar Harga BBM Paling Murah Per 5 Februari 2026 di Seluruh SPBU Indonesia

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu diperkuat, khususnya dalam memastikan distribusi logistik berjalan lancar hingga ke daerah. Upaya preventif dinilai lebih efektif dibanding langkah korektif saat harga sudah terlanjur naik.

Meski tengah memasuki masa reses, Sturman memastikan Komisi VI DPR RI tetap memantau kinerja mitra kerja, termasuk sektor energi dan perdagangan. Ia menekankan bahwa pengawasan parlemen bertujuan memastikan distribusi BBM merata dan harga pangan tetap terkendali selama Ramadan 2026. (*)

 

Kategori :