HARIAN DISWAY - Polemik penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ramai di media sosial dan mendapat tanggapan langsung dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan itu disampaikan dalam taklimat media APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026. Purbaya merespons sorotan publik terhadap salah satu penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas.
Purbaya juga menegaskan bahwa dana LPDP berasal dari pajak dan utang negara yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, menurutnya, penggunaan fasilitas negara harus disertai tanggung jawab moral.
“Kita itu uang dari pajak dan utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM (sumber daya manusia) tumbuh. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara kita minta ya kita minta uangnya dengan bunganya kalau gitu,” ujar Purbaya di depan awak media.
BACA JUGA:THR ASN dan PPPK Cair Awal Ramadan 2026, Purbaya Siapkan Dana Rp55 Triliun!
BACA JUGA:Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1 2026, Jangan Ketinggalan!
Ia menyatakan, jika ada penerima beasiswa yang dianggap menghina negara, pemerintah dapat meminta pengembalian dana beserta bunganya. Bahkan, ia menyebut kemungkinan pemberian sanksi berupa pencantuman dalam daftar hitam di seluruh instansi pemerintahan.
Tyas, alumni penerima beasiswa LPDP yang viral.-ist-
Selain itu, Purbaya menyatakan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Ia menilai, pihak yang saat ini meragukan kondisi dan prospek Indonesia bisa saja berubah pandangan dalam 20 tahun mendatang.
“Mungkin 20 tahun lagi dia akan menyesal, karena 20 tahun lagi kita akan sangat bagus,” ujarnya lagi.
Dwi diketahui merupakan alumnus program S2 di Delft University of Technology, Belanda yang lulus pada tahun 2017. Suaminya, Arya Iwantoro, menempuh pendidikan S2 dan S3 di Utrecht University pada periode 2017 hingga 2022. Keduanya menempuh pendidikan melalui skema beasiswa LPDP.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026 untuk S1, Magister, dan Doktor
Nama Dwi menjadi perbincangan setelah ia mengunggah video mengenai kebahagiaannya karena anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris melalui proses naturalisasi.
Unggahan tersebut memicu kritik dari sejumlah warganet yang mempertanyakan komitmen penerima beasiswa LPDP, mengingat pendanaan program tersebut berasal dari dana abadi pendidikan yang bersumber dari pajak masyarakat.