MOJOKERTO, HARIAN DISWAY- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi melalui Program Permata Jatim di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada Senin malam, 23 Februari 2026.
Peresmian itu menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pembangunan kawasan permukiman yang bersih, berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial. Melainkan harus melalui pendekatan terpadu dan terintegrasi berbasis kawasan.
“Hari ini kita menyaksikan hasil pelaksanaan Program Permata Jatim di Desa Kepuhanyar. Ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif bagi masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA:Program Rutilahu Pemprov Jatim-Kodam V Sukses, 158 Rumah di Nganjuk Kini Layak Huni
Melalui Program Permata Jatim, penataan kawasan dilaksanakan secara menyeluruh. Jika lingkungan sudah bersih, maka tugas masyarakat sekitar untuk menjaga dan merawatnya. "Jika lingkungan bersih, maka akan berdampak kepada bersih hatinya, bersih pikirannya, dan bersih perilakunya," harapnya.
Khofifah mengharapkan lingkungan yang baru dan bersih ini harus dijaga dengan semangat saling memiliki sehingga suasana yang terbangun bisa guyub rukun antar sesama tetangga. "Warga Kepuhanyar Mojokerto bisa menerapkan prinsip pengelolaan sampah 3R yang meliputi reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang)," terangnya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan program Permata Jatim di Kepuhanyar Mojokerto-Pemprov Jatim -
Mantan Menteri Sosial RI tersebut menambahkan, Program Permata Jatim tidak semata-mata bertujuan mengurangi luasan kawasan kumuh. Tetapi juga membangun optimisme dan semangat baru bagi masyarakat.
“Penataan kawasan ini adalah investasi sosial. Kita ingin masyarakat tidak hanya tinggal di lingkungan yang lebih baik, tetapi juga memiliki harapan dan kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat agar penanganan kawasan kumuh dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan desa dan daerah.
BACA JUGA:Pemprov Jatim Sediakan Mudik Gratis dengan Kapasitas 11 Ribu Orang, Pendaftaran Dibuka Mulai 2 Maret
Bupati Mojokerto M. Al Barra mengatakan, Peresmian Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi diharapkan bukan hanya fokus pada pembangunan fisik desa seperti jalan lingkungan, drainase, dan sanitasi, melainkan juga membudayakan perilaku hidup bersih serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Desa Kepuhanyar dinilai memiliki potensi lokal yang terus berkembang dan posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan wilayah Kabupaten Mojokerto.
"Kami berharap rumah tidak layak huni yang masih ada bisa terselesaikan baik melalui dukungan APBN, APBD sampai CSR dari sektor swasta," jelasnya.(*)