Hunian Vertikal di Surabaya Belum Begitu Menggoda: Tingkat Hunian Masih 58 Persen

Selasa 24-02-2026,14:08 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Doan Widhiandono

Minat warga Surabaya memiliki apartemen belum begitu tinggi. Itu tampak dari lesunya rencana pengembang berekspansi membangun rumah vertikal baru di Kota Pahlawan.

JIKA berkeliling ke jalanan Kota Surabaya malam hari, bangunan vertikal semacam apartemen gampang Anda jumpai. Tapi, ada fakta lain yang juga mengejutkan. Pikiran ’’iseng’’ Anda mungkin berpikir: kenapa lampunya banyak yang gelap?

Ya, itulah realitas apartemen di Surabaya saat ini. Banyak apartemen di Kota Pahlawan belum terisi penuh meski telah dibangun bertahun-tahun.

Sebagai Kota Metropolitan, nyatanya tren hunian vertikal yang menjamur di kota-kota besar seluruh dunia belum berdampak besar di Surabaya. 

BACA JUGA:Canggihnya VertiCrab, Sistem Apartemen Berbasis IoT pada Budidaya Kepiting Karya Mahasiswa ITS

BACA JUGA:TTL dan SPTP Luncurkan Apartemen Kepiting Soka di Surabaya

DPD Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Indonesia (P3RSI) Jatim mencatat, tingkat hunian apartemen di Surabaya baru 58 persen. Artinya, masih ada 42 persen yang kosong.

Walaupun, harus diakui bahwa minat membeli apartemen memang meningkat. Tapi tipis. Menurut Ketua DPD P3RSI Jatim Ariyanto Hermawan, pertumbuhan minat itu 1-2 persen. 

Itu senada dengan harga apartemen. Kenaikannya sekitar 2-4 persen. Jika semula harga satu unit apartemen Rp21,5 juta per meter persegi, sekarang naik menjadi Rp23 juta meter persegi.

”Artinya, antara permintaan masyarakat terhadap penawaran apartemen cenderung stagnan,” kata Ariyanto kepada Harian Disway, Senin, 23 Februari 2026. 


APARTEMEN METROPOLIS di kawasan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, salah satu pilihan hunian di sisi selatan.-Calista Salsabila Azhari-

Pada 2025, permintaan apartemen menunjukkan kurva moderat. Artinya, ada pertumbuhan. Tapi tipis. Kondisi itu dipicu oleh lokasi apartemen di Surabaya yang berada di pinggiran kota. Sementara pembangunan baru hunian apartemen juga belum tersedia. Yang seyogianya menambah minat orang melirik investasi apartemen.

Tahun ini, ada dua proyek pembangunan apartemen yang sedang berlangsung. Yakni Alpine Tower (Trans Icon) dengan 650 unit di Surabaya selatan dan Tamansari Emerald di barat dengan 568 unit. Keduanya, sudah mulai progres pembangunan sejak 2025. 

Nah, pembangunan yang start pada 2026 ini belum ada datanya. Bahkan, bukan tidak mungkin hingga tahun depan tidak ada izin pembangunan apartemen baru.

Pengembang saat ini tak ingin ambil risiko. Mereka memilih jalan rasional. Yaitu, mempromosikan stok unit yang belum laku untuk dijual. 

Kategori :