HARIAN DISWAY - Rio Ferdinand membela Jose Mourinho di tengah polemik yang muncul setelah komentar sang pelatih terkait tuduhan rasisme dalam laga Liga Champions.
Kontroversi tersebut bermula usai bintang Real Madrid, Vinicius Junior, menuding pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan kata bernada rasial kepadanya dalam laga play-off pekan lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Vinicius mengklaim dipanggil dengan sebutan “monyet” saat tensi laga memanas. Namun, reaksi Mourinho setelah pertandingan justru memicu gelombang kritik.
Pelatih Benfica itu menyatakan bahwa selebrasi Vinicius setelah mencetak gol kemenangan turut memancing reaksi keras dari suporter tuan rumah.
“Ya, saya percaya begitu,” ujar Mourinho etika ditanya apakah Vinicius ikut memicu atmosfer panas di stadion. Pernyataan itu dianggap sebagian pihak sebagai bentuk menyalahkan korban.
BACA JUGA:Prestianni Diskors 1 Laga, UEFA Lanjutkan Penyelidikan Rasisme ke Vinicius Jr
BACA JUGA:Skandal Rasisme Benfica vs Real Madrid: Kenapa Komentar Mourinho Dianggap Keliru?
Jose Mourinho membantah Benfica rasis dan mengkritik selebrasi Vinicius Jr yang memicu ketegangan saat Real Madrid menang 1-0 di leg pertama play-off UCL.--Getty Images
Ferdinand, yang berbicara dalam podcast miliknya, menilai Mourinho mungkin salah dalam menyampaikan pendapat, tetapi tidak sepantasnya dicap sebagai rasis.
“Saya pikir Jose [Mourinho], seiring waktu, akan duduk dan berkata mungkin saya mendekati situasi ini dengan cara yang salah. Tapi itu tidak membuatnya menjadi rasis,” ujar Ferdinand.
Menurut Ferdinand, rekam jejak Mourinho dalam bekerja dengan banyak pemain kulit hitam di berbagai liga top Eropa menunjukkan bahwa karakter pribadinya tidak mencerminkan tuduhan tersebut.
BACA JUGA:Liam Rosenior Bela Vinicius: Perilaku Rasisme Harus Dihukum Seumur Hidup!
BACA JUGA:Benfica vs Real Madrid: Mourinho Sebut Vinicius Jr Pemicu Kekacauan di Lisbon
Pernyataan Mourinho dan Respons Benfica
Kontroversi semakin membesar setelah Mourinho dalam wawancara pascalaga menyinggung sejarah klubnya dengan menyebut nama legenda Benfica, Eusebio.
Ia menegaskan bahwa Benfica bukan klub rasis dan menyatakan bahwa setiap stadion yang dikunjungi Vinicius kerap diwarnai insiden serupa. Pernyataan itu justru memperluas perdebatan, karena dinilai mengalihkan fokus dari tuduhan yang sedang diselidiki.