HARIAN DISWAY - Gianluca Prestianni menjadi sorotan setelah diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr. Tepatnya dalam leg pertama play-off 16 Besar Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz pekan lalu.
Jelang leg kedua yang berlangsung di Bernabeu, Kamis dini hari WIB, 26 Februari 2026, ia sudah dikenai hukuman larangan tanding oleh UEFA. Karena dicurigai menyebut Vinicius Jr dengan kata "mono", yang artinya monyet.
Namun, ia terus membela diri. Setelah mengaku mengatakan "hermano" (saudaraku), pemain muda asal Argentina mengklaim bahwa dirinya juga menjadi sasaran ejekan. Tepat sebelum ia mengatakan sesuatu kepada Vinicius Jr.
Menurut laporan yang beredar, Gianluca Prestianni akan menyampaikan bahwa Vinicius lebih dulu mengejek tinggi badannya dengan menyebutnya "dwarf", alias cebol.
BACA JUGA:Jose Mourinho Dikritik Soal Kasus Vinicius Jr, Rio Ferdinand Angkat Bicara
BACA JUGA:Prestianni Diskors 1 Laga, UEFA Lanjutkan Penyelidikan Rasisme ke Vinicius Jr
Pemain berpostur 166 cm itu menganggap ucapan tersebut sebagai hinaan terhadap kondisi fisiknya. Maka, sebagai respons, ia mengaku melontarkan kata "maricon", istilah bernuansa homofobik dalam bahasa Spanyol.
Ia menegaskan bahwa kata yang ia ucapkan bukan "mono", seperti yang dituduhkan oleh Vinicius Jr dan rekan setimnya di Real Madrid, Kylian Mbappe.
UEFA skors sementara Gianluca Prestianni (Benfica) atas dugaan rasisme terhadap Vinicius Jr (Real Madrid) saat penyelidikan atas bukti awal masih berlangsung.-Angel Martinez-Getty Images
Dalam rekaman pertandingan, Prestianni terlihat berbicara sambil menutup mulut dengan jersey sebelum Vinicius menghampiri wasit Francois Letexier. Sang wasit kemudian menjalankan protokol anti-rasisme.
UEFA bergerak cepat dengan menjatuhkan skorsing sementara kepada pemain Benfica tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius Jr mencetak gol tunggal yang membawa Real Madrid menang 1-0. Selebrasi pemain Brasil tersebut dengan menari di depan bendera sudut disebut memicu ketegangan di lapangan.
BACA JUGA:Skandal Rasisme Benfica vs Real Madrid: Kenapa Komentar Mourinho Dianggap Keliru?
BACA JUGA:Liam Rosenior Bela Vinicius: Perilaku Rasisme Harus Dihukum Seumur Hidup!
Perbedaan Versi dan Potensi Hukuman Berat
Perbedaan versi antara kedua pemain membuat kasus ini semakin rumit. Pihak Real Madrid bersikeras bahwa Prestianni mengucapkan kata "mono", yang jelas bernuansa rasial. Kylian Mbappe bahkan menyatakan ia turut mendengar ucapan tersebut.