Jika sekolah tetap berjalan, pastikan anak cukup istirahat setelah pulang.
MENDAMPINGI anak beribadah puasa tidak perlu sampai memaksa. Biarkan anak menjalani prosesnya dengan sukacita. -ferlistockphoto-iStockphoto.com
5. Berikan Dukungan Emosional
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran. Anak mungkin merasa lemas atau mudah rewel.
BACA JUGA:Membentuk Karakter Anak melalui Cerita Nabi di Bulan Ramadan 2026
BACA JUGA:Tip Agar Anak Semangat Ikut Salat Tarawih Ramadan 2026
Di sinilah peran orang tua untuk memberi semangat dan apresiasi. Hindari memaksa atau memarahi jika anak belum kuat berpuasa penuh.
Berikan pujian sederhana agar anak merasa bangga dengan usahanya. Suasana yang menyenangkan akan membuat pengalaman puasa menjadi kenangan positif.
6. Pilih Menu Berbuka yang Seimbang
Saat berbuka, sebaiknya mulai dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah. Setelah itu, beri makanan utama yang bergizi seimbang.
Hindari terlalu banyak gorengan atau minuman manis agar anak tidak merasa begah atau sakit perut.
BACA JUGA:Kreasi Lampion, Cara Seru Ajak Anak Isi Waktu Luang Ramadan
BACA JUGA:Orang Tua Wajib Tahu! Camilan Sehat untuk Anak saat Belajar Puasa
Mengajarkan puasa pada anak adalah proses yang membutuhkan kesabaran. Setiap anak memiliki kemampuan fisik yang berbeda.
Yang terpenting bukan seberapa lama mereka berpuasa, tetapi bagaimana mereka belajar memahami makna ibadah dengan cara yang sehat dan menyenangkan.
Dengan persiapan yang tepat dan dukungan penuh dari orang tua, anak bisa menjalani puasa dengan tetap kuat, aktif, dan ceria sepanjang hari. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.