Nestapa Punch, Monyet Jepang yang Beribu Boneka Orangutan: Publik Simpati, Boneka Jadi Laris

Rabu 25-02-2026,13:07 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

Sosok Punch menyita perhatian. Bayi monyet Jepang (Japanese macaque) itu bernasib malang. Kerap di-bully monyet lain. ’’Ibu’’ Punch pun bukan monyet, tapi boneka.

PUNCH kerap meringkuk di sudut kandang primata Ichikawa City Zoo Jepang. Tak punya teman. Sendirian. Satu-satunya teman adalah boneka orangutan berwarna cokelat. Itulah ’’ibu’’ Punch. Yang saban hari menemani monyet mungil tersebut.

Punch berusia tujuh bulan. Lahir pada Juli 2025. Tapi, Punch tidak mengalami masa kecil yang menyenangkan. Induknya langsung menolaknya. Punch ditelantarkan. Padahal, biasanya bayi monyet terus menempel di perut sang induk. Selama berbulan-bulan.

Tanpa tubuh hangat tempat bergantung, Punch seperti tumbuh dalam lingkungan ’’palsu”. Rekaman video yang memperlihatkan Punch diseret dan dikejar monyet yang lebih besar menyebar luas di media sosial.

BACA JUGA:CORTIS Siap Gemparkan Tokyo Girls Collection 2026, Panaskan Panggung Mode Jepang

BACA JUGA:Sinopsis Film Kokuho, Ambisi dan Pengkhianatan di Balik Panggung Sakral Kabuki Jepang

Dalam banyak video, Punch tampak berlari menjauh lalu memeluk boneka orangutan itu erat-erat. Seolah mencari sesuatu yang hilang. Sesuatu bernama ibu. Tak jarang, Punch juga terlihat berjalan menggandeng si boneka yang hanya bisa terkulai dan memantul-mantul di antara bebatuan.

Tagar #HangInTherePunch bermunculan. Pengunjung memadati kebun binatang. Pada libur panjang akhir pekan, lebih dari 5.000 orang tercatat datang pada Senin, 23 Februari 2026. Sebagian rela mengantre hingga satu jam demi melihat langsung bayi monyet yang viral itu.

Di tengah simpati publik, kritik juga muncul. People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menilai kisah Punch memperlihatkan sisi lain kebun binatang.

“Kebun binatang itu bukan tempat perlindungan. Di situ, binatang dikurung, dikuasai, dan dijauhkan dari lingkungan kompleks dan kehidupan sosial sebagaimana alam,” kata Direktur Asia PETA, Jason Baker, dalam pernyataan tertulisnya.


DITELANTARKAN IBUNYA, Punch mencari perlindungan pada boneka orangutan.-JIJI PERS VIA AFP-

Menurut Baker, publik memaknai kata ’’imut’’ secara keliru. ’’Yang disebut imut itu sejatinya adalah tumpukan trauma sesosok primata muda yang merasa kehilangan,’’ katanya.

PETA pun minta Punch dipindahkan ke tempat yang lebih layak, tempat hidup yang lebih alami.

Di sisi lain, pengelola kebun binatang menjelaskan bahwa Punch mulai dilatih untuk kembali bergabung dengan kelompoknya sejak bulan lalu. Dalam pembaruan terbaru, pihak kebun binatang menyebut Punch sudah dirawat oleh dua monyet lain yang lebih besar. Dan Punch, katanya, cocok di situ. Memang, proses integrasinya bertahap.

Sebelum sampai ke tahap itu, pengasuh mencoba berbagai cara agar Punch bisa berlatih hidup seperti monyet lain. Mereka menyediakan handuk digulung dengan ketebalan berbeda agar bisa digenggam.

Kategori :