BACA JUGA:Batuk Karena Asam Lambung: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Minuman bersoda, kopi, dan teh pekat juga perlu dibatasi. Karena dapat merangsang produksi asam lambung dan menyebabkan perut kembung.
Makanan atau buah dengan rasa asam berlebihan seperti jeruk dan nanas juga bisa memperburuk gejala refluks. Apalagi jika dikonsumsi saat perut kosong.
Menghindari jenis makanan dan minuman tersebut dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil selama Ramadan.
Tip Tambahan Agar Lambung Tidak Kaget
Asam lambung naik ke kerongkongan ketika tubuh langsung berbaring setelah makan.-Centers for Disease Control and Prevention -Pinterest
Agar lambung tidak “kaget” setelah seharian kosong, berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Awali dengan air putih dan makanan ringan. Seperti kurma sebelum menyantap hidangan utama.
BACA JUGA:Benarkah Tempe Mentah Bisa Sembuhkan GERD? Ini Fakta dan Penjelasannya
BACA JUGA:Atasi GERD Akibat Stres dengan Langkah Sederhana
Cara itu membantu sistem pencernaan beradaptasi secara perlahan. Tanpa disertai lonjakan produksi asam lambung yang drastis.
Mengatur porsi makan agar tidak berlebihan juga penting. Demi mencegah munculnya tekanan berlebih pada lambung.
Hindari langsung berbaring setelah makan. Beri jeda sekitar dua hingga tiga jam. Tujuannya agar proses pencernaan berjalan optimal.
Makan dengan perlahan dan mengunyah makanan hingga halus juga membantu kerja lambung menjadi lebih ringan.
BACA JUGA:Cara Mencegah GERD Kambuh saat Puasa Ramadan
BACA JUGA:Bacaan Doa Agar Kuat Puasa Bagi Penderita Asam Lambung Kronis Saat Ramadan
Menurut rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pola makan seimbang dan pengaturan porsi sangat penting dipahami.
Dengan memilih menu berbuka yang tepat, penderita GERD tetap bisa menjalankan puasa dengan nyaman. Tanpa khawatir kambuhnya keluhan asam lambung.