Iran Ngotot Pertahankan Nuklir dan Kontrol Selat Hormuz

Iran Ngotot Pertahankan Nuklir dan Kontrol Selat Hormuz

ANgkatan Laut Iran dilengkapi dengan perahu serangan cepat yang dipersenjatai dengan senapan mesin sampai rudal anti kapal jadi kunci mengontrol Selat Hormuz -Mehr News Agency-

HARIAN DISWAY - Teheran bersikeras bahwa mereka akan tetap mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz, jalur perdagangan maritim vital bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Sejak memberlakukan blokade, Iran mewajibkan setiap kapal untuk mendapatkan izin dari angkatan bersenjatanya sebelum melintasi jalur perairan tersebut. Iran juga telah membentuk badan baru guna mengawasi dan memungut tarif tol bagi kapal yang lewat.

Amerika Serikat (AS) merespons langkah tersebut dengan menerapkan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, bahwa Iran sempat meluncurkan beberapa pesawat nirawak peledak sekali tembak (one-way attack drones) dalam upaya menyerang kapal-kapal komersial yang transit di Selat Hormuz.

Pihak militer AS menegaskan telah menjatuhkan seluruh pesawat nirawak tersebut dalam beberapa jam terakhir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah wawancara dengan televisi negara pada Jumat, 12 Juni 2026, menjelaskan bahwa draf kesepakatan damai yang ada saat ini menuntut dicabutnya blokade laut oleh militer AS.

BACA JUGA:Donald Trump Sebut MoU Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani Hari Ini, Selat Hormuz Segera Dibuka

BACA JUGA:14 Poin Draf MoU Damai dengan AS Versi Media Iran

"Pengelolaan Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya," kata Araghchi seraya menegaskan bahwa jalur perairan tersebut kini menjadi salah satu instrumen pencegah (deterrence) utama bagi Iran.


Pemandangan Selat Hormuz dari pesisir Pantai Dubai. Iran menyatakan bahwa selat tersebut resmi ditutup total pada Kamis, 11 Juni 2026-AFP-

Di sisi lain, AS berulang kali menyatakan bahwa kontrol penuh Iran atas selat tersebut sama sekali tidak dapat diterima. Unggahan terbaru Presiden Donald Trump mengenai pembukaan selat bahkan sama sekali tidak menyinggung soal pengaturan tarif tol maupun kesepakatan tata kelola lainnya.

Selain isu Selat Hormuz, nasib program nuklir Iran juga menjadi poin krusial yang mengganjal jalannya perundingan, khususnya terkait tumpukan uranium yang diperkaya tingkat tinggi. Cadangan uranium tersebut diyakini telah tertimbun oleh serangan udara AS tahun lalu dalam perang singkat sebelumnya.

Iran sejak lama menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan mereka memiliki hak untuk melakukan pengayaan uranium. Sebaliknya, AS, Israel, dan negara-negara Barat lainnya mencurigai Teheran tengah berupaya mengembangkan senjata bom nuklir.

BACA JUGA:Trump Tetapkan 4 Garis Merah dalam Negosiasi dengan Iran: Nuklir Harus Musnah, Tak Ada Pencairan Aset

BACA JUGA:Bantah Klaim Trump, Iran Tak Akan Serahkan Stok Uranium: Cadangan Nuklir Sama Sucinya dengan Tanah Persia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: