Jemaah yang Dirahmati Allah,
Ramadan bukanlah bulan yang biasa saja. Ia memiliki tiga fase utama, masing-masing menyimpan keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:
وَهُوَ شَهْرُ أَوَّلُهُ رَحْمَةً، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقُ مِنَ النَّارِArtinya: "Ramadan bagian awal adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka."
BACA JUGA:Panduan Lengkap Kegiatan Puasa Ramadan 2026, Dari Sahur, Ngabuburit, hingga Tarawih
BACA JUGA:Tip Agar Anak Semangat Ikut Salat Tarawih Ramadan 2026
Hadis yang diriwayatkan dari Salman al-Farisi ini menjadi peta spiritual bagi kita. Pesan utamanya tegas: sejak hari pertama, umat Islam telah berada dalam limpahan rahmat Allah Swt.
Makna Rahmat di 10 Hari Pertama
Jemaah sekalian, makna "rahmat" pada sepuluh hari pertama bukan sekadar kasih sayang dalam arti umum.
Rahmat adalah peluang, kemudahan, serta dibukanya pintu kebaikan bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri. Karena itu, fase ini menjadi fondasi untuk membangun kualitas ibadah sepanjang Ramadan.
Landasan ibadah puasa sendiri termaktub jelas dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
BACA JUGA:Buka Puasa Ramadan 2026 dan Adab yang Sering Terlupakan
BACA JUGA:Ngabuburit Ramadan 2026: Menu Sehat, Kegiatan Sosial, dan Kebersamaan Keluarga
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Dan takwa tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang dimulai sejak awal Ramadan.
Oleh sebab itu, sepuluh hari pertama sepatutnya diisi dengan kesungguhan dalam:
- Menjalankan Salat: Menjaga kualitas dan khusyuknya ibadah wajib maupun sunah.
- Membaca Al-Qur'an: Menjadikan Al-Qur'an sebagai teman harian, bukan hanya pajangan.
- Meningkatkan Sedekah: Membuka tangan untuk berbagi, sekecil apa pun itu.
- Menjaga Lisan dan Akhlak: Mengontrol ucapan dan perilaku agar tidak mengurangi pahala puasa.
Jika fondasi ini kuat, maka fase ampunan dan pembebasan dari api neraka akan lebih mudah diraih pada pertengahan dan akhir Ramadan.