BACA JUGA:Bos Bank Centris Surati Prabowo Minta Perlindungan Hukum, Kembalikan Aset yang Disita Tanpa Dasar
BACA JUGA:Kesepakatan Tarif Prabowo–Trump Buka Peluang Perluasan Lapangan Kerja, Ini Penjelasan Pakar Ekonomi
Ia menilai berbagai perspektif dan pertukaran gagasan selama program, termasuk terkait keamanan perbatasan, akan menjadi bekal penting ketika kembali ke Indonesia.
“Segala perspektif dan pertukaran pikiran antara dosen dan apa yang terjadi di Indonesia itu menjadi ilmu yang akan saya terapkan, terutama dalam hal keamanan di perbatasan,” tambahnya.
Program itu dinilai selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat pertahanan nasional melalui pembangunan kualitas manusia.
Di era kepemimpinannya, penguatan pertahanan tidak hanya berfokus pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga investasi jangka panjang pada SDM unggul yang adaptif dan berwawasan global.
Mahasiswa peserta program berharap kerja sama pendidikan internasional di bidang pertahanan terus diperluas.
Mereka menegaskan kesiapan untuk kembali ke Tanah Air dan mengabdikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh demi kepentingan bangsa dan negara. (*)