Taksi Udara Uber Air di Dubai Telah Diuji, Uber Gandeng Joby Aviation

Jumat 27-02-2026,07:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Dubai menjadi kota pertama peluncuran layanan itu. Ke depan, Joby Aviation menyebut tengah memasuki tahap akhir sertifikasi tipe dari FAA di Amerika Serikat. Perusahaan itu berharap dapat meluncurkan layanan serupa di New York dan Los Angeles.

Secara global, perusahaan juga membidik pasar Inggris dan Jepang. Namun, realisasi peluncuran di Amerika Serikat masih menjadi perdebatan.

Pada November lalu, pakar penerbangan Los Angeles Robert Ditchey menyatakan keraguannya terhadap keamanan taksi udara di kota-kota Amerika. Ia menilai risiko kecelakaan tetap ada. Termasuk potensi pesawat jatuh di area padat penduduk.


Simulasi proses pemesanan Uber Air di Dubai menggunakan aplikasi Uber.--endgadget.com

BACA JUGA:Buka Restoran di Dubai, Alumni Poltekpar Bandung Promosi Kuliner Indonesia

BACA JUGA:Kemenparekraf Tawarkan Pariwisata Indonesia ke Pengusaha Properti Dubai

Selain faktor keselamatan, tantangan ekonomi juga menjadi sorotan. Pengembangan armada dalam jumlah besar dinilai sulit tercapai. Apalagi jika tidak didukung subsidi pemerintah.

Uber dan Joby telah menjalin kemitraan sejak 2019. Pada 2021, Joby mengakuisisi divisi Uber Elevate yang mengintegrasikan layanan mobilitas udara kedua perusahaan.

Tahun lalu, Joby juga mengakuisisi bisnis penumpang Blade Air Mobility. Dengan tujuan untuk memperluas potensi elektrifikasi rute penerbangan.

Peluncuran Uber Air di Dubai akan menjadi uji coba penting bagi masa depan transportasi udara perkotaan. Sekaligus membuka babak baru inovasi mobilitas global. (*)

Kategori :