HARIAN DISWAY - Pola makan dan ritme harian berubah pada bulan Ramadan. Waktu makan yang terbatas serta pergeseran jam biologis menuntut tubuh untuk cepat beradaptasi.
Tidak heran jika salah satu keluhan yang kerap muncul adalah sulit buang air besar (BAB) atau sembelit. Kondisi ini memang umum terjadi.
Namun, jika dibiarkan, sembelit dapat menimbulkan ketidaknyamanan seperti perut kembung, begah, hingga nyeri saat BAB. Lantas, apa sebenarnya pemicu gangguan pencernaan ini selama puasa?
Empat Penyebab Utama Sembelit saat Puasa
PERUT TIDAK NYAMAN disebabkan asupan rendah serat, kurang minum, dan perubahan jam makan selama Ramadan.-Dieting Well | Nutrition, Health, Wellness & Weight Loss For All-Pinterest
1. Kurang Asupan Serat
Saat sahur dan berbuka, banyak orang cenderung memilih makanan tinggi karbohidrat sederhana dan gorengan. Padahal, serat dari sayur, buah, dan biji-bijian sangat penting untuk melancarkan pergerakan usus dan mencegah feses mengeras.
BACA JUGA:Cara Mencegah GERD Kambuh saat Puasa Ramadan
BACA JUGA:Jenis Kurma Paling Rendah Gula untuk Penderita Diabetes di Tahun 2026
2. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Terbatasnya waktu minum sering membuat kebutuhan cairan harian tidak terpenuhi. Dampaknya, tubuh menyerap lebih banyak air dari usus besar, sehingga feses menjadi kering, keras, dan sulit dikeluarkan.
3. Perubahan Pola Makan Drastis
Tubuh memiliki ritme alami untuk buang air besar. Ketika jadwal makan berubah total (dari siang ke malam) sistem pencernaan butuh waktu untuk menyesuaikan diri, yang dapat mengganggu konsistensi BAB.
4. Minim Aktivitas Fisik
Sebagian orang cenderung mengurangi aktivitas saat puasa karena lemas atau mengantuk. Padahal, gerakan tubuh berperan penting dalam merangsang kerja usus agar tetap aktif dan efisien.