JAKARTA, HARIAN DISWAY - Program studi Sustainable Energy Technology menjadi pilihan Dwi Sasetyaningtyas saat menempuh pendidikan S2 melalui beasiswa LPDP di TU Delft, Belanda.
Nama Dwi belakangan menjadi sorotan publik setelah dikabarkan masuk daftar hitan (blacklist) pemerintah.
Program Sustainable Energy Technology di TU Delft lahir dari kebutuhan global untuk beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju sistem energi berkelanjutan.
BACA JUGA:Penerima LPDP Dwi Sasetyaningyas Diblacklist Pemerintah, Rekam Jejak Pengabdian 9 Tahun Disorot
BACA JUGA:Menerima Beasiswa LPDP Tapi Menghina Negara, Beasiswa Bisa Dicabut dan Dimasukkan Daftar Hitam
Transisi itu menuntut inovasi besar dan transformasi menyeluruh pada sistem energi dunia.
Program tersebut menawarkan gelar Master of Science in Sustainable Energy Technology yang telah terakreditasi NVAO.
Total beban studi mencapai 120 ECTS dengan masa tempuh sekitar 24 bulan dan dijalankan secara penuh waktu sejak September dengan bahasa pengantar Inggris.
Fokus utama program ini adalah menjamin keberlanjutan pasokan energi melalui pengembangan teknologi energi terbarukan.
BACA JUGA:Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1 2026, Jangan Ketinggalan!
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026 untuk S1, Magister, dan Doktor
Mahasiswa dipersiapkan menjadi insinyur dan peneliti yang mampu merancang serta mengoptimalkan sistem energi berkelanjutan.
Cakupan studinya meliputi pembangkitan energi surya fotovoltaik, panas bumi, konversi energi, transportasi, penyimpanan, hingga konsumsi energi.
Mahasiswa juga belajar mengintegrasikan teknologi baru ke dalam sistem kelistrikan dan pemanasan, termasuk penyesuaian dengan model pasar energi modern.
Tersedia dua jalur studi. Jalur pertama berfokus pada sistem energi listrik. Jalur kedua berfokus pada sistem pemanasan dan pendinginan serta integrasi sektor listrik dan panas.