Mereka merasakan peningkatan pesanan selama Ramadan. Beberapa pelaku usaha omzetnya naik. Jauh lebih menguntungkan dibanding bulan biasa.
Dari berbagai sumber, beberapa pengamat sosial menyoroti tren bukber komunitas tahun ini. Bahwa fenomena itu mencerminkan kebutuhan masyarakat.
Mereka ingin memperkuat koneksi sosial secara langsung. Tak hanya restoran. Taman kota dan area terbuka juga menjadi lokasi favorit bukber sederhana.
BACA JUGA:Rekomendasi Bukber: Ada Menu Khas Nusantara di Pasar Senggol Kokoon Hotel Surabaya
Itu menunjukkan bahwa bukber tidak selalu identik dengan konsumsi besar-besaran. Banyak komunitas memilih konsep hemat dan sederhana. Namun, tetap hangat dan penuh kebersamaan.
Ramadan 2026 pun tidak hanya menjadi momentum ibadah. Tetapi juga ruang mempererat silaturahmi. Sekaligus menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.