HARIAN DISWAY - Fenomena buka bersama (bukber) komunitas menjadi salah satu tren Ramadan 1447 Hijriah.
Sejumlah restoran dan kafe dipenuhi jadwal reservasi. Bahkan banyak yang sudah terisi penuh sejak pekan pertama Ramadan.
Bukber tak lagi sekadar agenda keluarga. Tetapi juga ajang temu kangen lintas komunitas. Mulai dari alumni sekolah, komunitas lari, pecinta otomotif, hingga rekan kerja lintas divisi.
Semua ramai-ramai mengatur jadwal berbuka bersama. Momen itu dimanfaatkan untuk mempererat relasi. Sekaligus melepas penat di tengah rutinitas kerja.
BACA JUGA:Rekomendasi Tempat Bukber Keren: Swiss-Belinn Airport Surabaya Hadirkan menu Kambing Guling
Restoran dan Kafe Terapkan Sistem Reservasi Ketat
Aroem Resto Mahakam tempat bukber bersama keluarga dengan menu hidangan masakan Nusantara, berlokasi di kawasan Blok M Jakarta Selatan.--
Permintaan melonjak. Dampaknya, banyak pelaku usaha kuliner menerapkan sistem reservasi dengan uang muka (DP).
Langkah itu dilakukan untuk menghindari pembatalan sepihak. Serta mengatur kapasitas agar tetap nyaman. Beberapa restoran bahkan membatasi durasi penggunaan meja saat jam sibuk menjelang Magrib.
Paket menu khusus Ramadan menjadi strategi utama menarik pelanggan. Misalnya, menu bundling untuk 5-10 orang dengan harga lebih hemat.
Konsep all you can eat dan prasmanan juga kembali populer. Karena dinilai praktis untuk dinikmati oleh rombongan besar.
Dampak Positif bagi UMKM
Dampak usaha UMKM saat bulan puasa meningkat. Banyak masyarakat yang membeli takjil, katering makanan untuk melakukan buka bersama karena lebih praktis. --Pinterest
Meningkatnya aktivitas bukber turut mendorong perputaran ekonomi lokal. Jasa katering rumahan, penjual takjil, hingga pelaku UMKM minuman kekinian.