Puasa Ramadan untuk Perbaikan DNA dan Cegah Mutasi Sel Pemicu Kanker Secara Alami

Sabtu 28-02-2026,20:49 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Puasa Ramadan memberikan banyak manfaat. Tak semata dikenal sebagai ibadah yang membawa ketenangan spiritual dan pengendalian diri.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti menyoroti dampak positif puasa terhadap kesehatan. Termasuk potensi perbaikan DNA dan perlindungan mutasi sel.

Kerusakan DNA merupakan salah satu faktor utama yang dapat memicu perubahan genetik abnormal. 

Itu berkontribusi pada perkembangan kanker jika tidak diperbaiki dengan baik oleh mekanisme alami tubuh.

BACA JUGA:Cegah Kanker Serviks, Pemkot Masifkan Vaksinasi HPV

BACA JUGA:6 Gejala Kanker yang Sering Disepelekan, Kenali Tanda Awal Sejak Dini

Dalam kondisi normal, sel tubuh terus mengalami tekanan dari radikal bebas, polusi, pola makan tidak sehat, dan stres metabolik. Tekanan tersebut dapat menyebabkan kerusakan materi genetik.

Puasa, yang melibatkan pembatasan asupan kalori dalam jangka waktu tertentu, diduga mengaktifkan respons adaptif tubuh.

Respons tersebut tmembantu memperkuat sistem pertahanan sel. Dan meningkatkan kemampuan perbaikan DNA secara alami.

Aktivasi Autophagy dan Pembersihan Sel Rusak


Proses pembersihan pada komponen sel yang rusak atau tidak berfungsi dengan optimal.-lifestylebylt-pinterest

Saat tubuh memasuki fase puasa, kadar glukosa dan insulin menurun. Jadi, tubuh mulai beralih menggunakan cadangan energi.

BACA JUGA:Pentingnya SADARI bagi Perempuan Muda: Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Hidup Lebih Sehat

BACA JUGA:Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker Payudara Sejak Dini

Dalam proses itu, terjadi aktivasi mekanisme yang dikenal sebagai autophagy. Yaitu proses daur ulang komponen sel yang rusak atau tidak berfungsi dengan optimal.

Autophagy berperan penting dalam menjaga keseimbangan sel. Juga mencegah akumulasi kerusakan yang dapat mengganggu stabilitas genetik.

Kategori :