HARIAN DISWAY - Sahur memiliki peran penting dalam menjaga energi selama berpuasa. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluh cepat lapar. Padahal baru beberapa jam sahur.
Terutama ketika harus beraktivitas sejak pagi hari. Seperti berangkat kerja, kuliah, atau menghadapi perjalanan yang padat.
Salah satu penyebabnya adalah pilihan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Makanan tersebut dapat membuat gula darah naik dengan cepat. Tetapi juga turun dengan cepat.
Sehingga rasa lapar muncul lebih awal. Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik rendah dicerna lebih lambat. Sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Rasa kenyang pun akan bertahan lebih lama.
BACA JUGA:Anti Ngantuk saat Tarawih! Ini Menu Berbuka Rendah Glikemik yang Wajib Dicoba
BACA JUGA:Jenis Kurma Paling Rendah Gula untuk Penderita Diabetes di Tahun 2026
Karena itu, memilih menu sahur rendah glikemik dapat membantu tubuh tetap bertenaga selama puasa. Berikut beberapa ide menu yang bisa dicoba.
1. Oatmeal dengan Telur Rebus
Perpaduan karbohidrat kompleks dan protein yang membantu menjaga rasa kenyang lebih lama saat berpuasa.-MOON and spoon and yum | Gluten-Free and Vegetarian Recipes-Pinterest
Oat dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik relatif rendah.
Mengombinasikannya dengan telur rebus akan menambah asupan protein. Sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
2. Nasi Merah dengan Tempe dan Sayur Tumis
Menu sahur seimbang dengan serat tinggi yang membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang pagi.-Topwisata.info-Pinterest
Nasi merah memiliki serat lebih tinggi dibanding nasi putih. Sehingga proses pencernaannya lebih lambat.
BACA JUGA:Pilihan Makanan Aman untuk Penderita Diabetes Saat Berpuasa
BACA JUGA:12 Makanan Pantangan Bagi Pengidap Diabetes Saat Puasa
Dipadukan dengan tempe dan sayur tumis seperti bayam atau buncis, menu itu dapat menjadi pilihan sahur yang seimbang.