Performa Teun Koopmeiners Menurun di Juventus, Gasperini Angkat Bicara

Senin 02-03-2026,14:31 WIB
Reporter : Muhammad Farrel Radia
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya performa Teun Koopmeiners sejak bergabung dengan Juventus.

Koopmeiners sebelumnya tampil impresif saat memperkuat Atalanta sejak didatangkan pada 2021. Di bawah asuhan Gasperini, gelandang asal Belanda tersebut berkembang menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah.

Koopmeiners juga berperan penting dalam kesuksesan tim, termasuk saat meraih gelar Liga Europa UEFA 2023/2024.

Namun setelah pindah ke Juventus pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar 60 juta euro (sekitar Rp1,2 triliun), performanya dinilai belum memenuhi ekspektasi. 

BACA JUGA:Penyebab AS Roma Gagal Bekuk Juventus Menurut Gian Piero Gasperini

BACA JUGA:Juventus Ditahan AS Roma 3-3, Luciano Spalletti Tetap Optimistis Masuk Empat Besar


Duel Teun Koopmeiners (tengah) dan Francisco Trincao (kanan) dalam laga Juventus vs Sporting CP, lanjutan Liga Champions 2025/2026, Rabu 5 November 2025-Stefano Guidi-Getty Images

Sejak bergabung dengan Juventus, Koopmeiners telah mencatatkan 79 penampilan di semua kompetisi dengan torehan tujuh gol dan empat assist

Catatan tersebut jauh menurun dibandingkan saat masih berseragam Atalanta, di mana ia mampu mencetak 29 gol dan 15 assist dari total 129 penampilan.

Di lini tengah Juventus, ia juga harus menghadapi persaingan ketat sehingga tidak selalu menjadi pilihan utama. 

Pada era kepelatihan Thiago Motta, Igor Tudor, hingga Luciano Spalletti, Koopmeiners kerap kalah bersaing dengan gelandang lain seperti Khephren Thuram, Manuel Locatelli, dan Weston McKennie.

BACA JUGA:AS Roma vs Juventus 3-3: Gol Telat Federico Gatti Selamatkan Bianconeri

BACA JUGA:Juventus Bidik Leon Goretzka hingga Bernardo Silva untuk Bursa Transfer Musim Panas

Situasi tersebut membuatnya beberapa kali harus beradaptasi dengan peran yang bukan posisi idealnya. Dalam sejumlah pertandingan, Koopmeiners bahkan dimainkan sebagai gelandang serang atau ditempatkan lebih ke belakang sebagai bek tengah untuk menutup kebutuhan tim. 

Ia pun lebih sering berperan sebagai pelapis dibandingkan menjadi motor permainan seperti saat masih membela Atalanta.

Kategori :