HARIAN DISWAY - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berpotensi menghadirkan pendekatan taktis yang tidak biasa jelang leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid pada Rabu, 4 Maret 2026, pulul 03.00 WIB.
Barcelona menghadapi misi nyaris mustahil setelah kalah 0-4 pada leg pertama, sehingga mereka wajib tampil sempurna untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket final.
Persiapan pun tidak ideal. Setelah menang meyakinkan 4-1 atas Villarreal, Barcelona hanya memiliki satu sesi latihan penuh sebelum laga penentuan.
Waktu yang singkat tersebut memaksa Flick untuk fokus pada detail taktik dan pemilihan komposisi pemain yang tepat. Situasi makin rumit karena sejumlah pemain kunci absen. Eric Garcia terkena skorsing usai kartu merah di leg pertama.
BACA JUGA:Tertinggal 0-4 dari Atletico, Lamine Yamal Yakin Barca Tembus Final Copa del Rey
BACA JUGA:Julian Alvarez Pilih Barcelona! Striker Atletico Madrid Siap Pindah Setelah Piala Dunia 2026
Barcelona kalah 0-4 dari Atletico, De Jong sebut pembatalan gol Cubarsi oleh VAR sebagai “skandal” usai sistem offside semi-otomatis bermasalah.-Aitor Alcade-Getty Images
Sementara itu, Frenkie de Jong, Andreas Christensen, Gavi, dan Robert Lewandowski masih berkutat dengan cedera, dengan Lewandowski mengalami masalah pada rongga mata.
Absennya Lewandowski membuat opsi di lini depan sangat terbatas. Ferran Torres menjadi satu-satunya penyerang murni yang tersedia.
Namun, performanya belakangan kurang konsisten, sehingga memunculkan kemungkinan Flick akan mencoba solusi berbeda demi meningkatkan daya serang sejak menit awal.
BACA JUGA:Atletico Madrid vs Barcelona 4-0, Blaugrana Dirujak, Griezmann cs Satu Kaki di Final Copa Del Rey
BACA JUGA:VAR Dinilai Rugikan Barcelona Saat Lawan Atletico, Frenkie de Jong: Ini Skandal!
Olmo False Nine dan Cancelo Jadi Opsi Kunci
Opsi menarik yang dipertimbangkan adalah menempatkan Dani Olmo sebagai false nine dan Joao Cancelo di sektor bek sayap kiri.
Untuk Dani Olmo, Peran tersebut memungkinkannya bergerak lebih bebas, turun menjemput bola, dan membuka ruang bagi pemain lain untuk masuk ke kotak penalti. Skema serupa pernah berhasil saat Barcelona menang 5-1 atas Real Betis di ajang yang sama musim lalu.
Jika Olmo dimainkan di posisi tersebut, Flick tetap bisa menurunkan deretan pemain kreatif seperti Pedri, Lamine Yamal, Fermin Lopez, dan Raphinha secara bersamaan. Untuk menjaga keseimbangan, Marc Bernal bisa menjadi jangkar di lini tengah.