SURABAYA, HARIAN DISWAY- Universitas Surabaya (Ubaya) resmi mengukuhkan 10 guru besar baru, 3 Maret 2026.
Acara pengukuhan tersebut diadakan di lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya.
Rapat Terbuka Senat itu dimulai dari pukul 08.00 WIB. Pengukuhan profesor dilakukan dengan pengalungan tanda guru besar.
Kemudian dilanjutkan dengan penayangan riwayat hidup dan orasi ilmiah kelima dari sepuluh guru besar di sesi 1.
BACA JUGA:Ubaya Berangkatkan Tim Kemanusiaan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
BACA JUGA:Ubaya Bentuk Organisasi Notaris dan PPAT Alumni
Dr. Ir. Benny Lianto, rektor Ubaya, menyampaikan bahwa gelar guru besar merupakan sebuah amanah.
Hadirnya guru besar diharapkan akan semakin memperkuat ekosistem riset dan inovasi di kampus.
"Kita berharap akan lahir lebih banyak lagi riset yang unggul, inovasi yang berdampak, serta solusi nyata bagi persoalan bangsa saat ini" ujar Benny.
Pengukuhan 10 Guru Besar Ubaya diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Kampus Ubaya Tenggilis pada Selasa, 3 Maret 2026.jpg-Najwa Rana Iswari-
Ia mengatakan bahwa pengukuhan bukanlah titik akhir. Melainkan sebuah awal tanggung jawab yang lebih besar.
BACA JUGA:Universitas Surabaya Luncurkan Ubaya Senior Education Program
BACA JUGA:Jalan Sehat IKA Ubaya, Pererat Hubungan Alumni dan Mahasiswa
Terutama terkait membangun budaya riset yang sehat dan bermanfaat untuk kemajuan ilmu dan kemanusiaan.
Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.R., M.M., kepala LLDIKTI Wilayah VII, berharap agar para guru besar yang dikukuhkan dapat memenuhi tugas serta tanggung jawab. Sehingga dapat berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.