"Kami berharap guru besar Ubaya hadir sebagai agen perubahan. Dapat mewujudkan outcome kampus yang berdampak dan berkontribusi," ujarnya.
Acara pengukuhan itu merupakan wujud dari integritas intelektual dan kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Go Lisanawati: Biao Li Ru Yi
BACA JUGA:Mahasiswa Ubaya Ubah Kantong Teh Jadi Produk Home Decor Inovatif
Para guru besar yang dikukuhkan bersama dengan Rektor Ubaya dan Kepala LDDIKTI Wilayah VII di Pengukuhan 10 Guru Besar Ubaya pada Selasa, 3 Maret 2026-Najwa Rana Iswari-
"Guru besar tidak hanya mendalami riset. Tapi hasil riset dapat digunakan untuk mengajar dengan baik. Juga diaplikasikan untuk pengabdian masyarakat. Tentunya untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," tambah Benny.
Bertambahnya 10 guru besar yang dikukuhkan menambah jumlah profesor aktif yang mengajar di Ubaya. Yakni sebanyak 36 orang.
Benny menyampaikan target Ubaya di tahun 2027 adalah dengan mengukuhkan 55 guru besar. Adapun nama 10 guru besar Ubaya yang dikukuhkan antara lain:
1. Prof. Dr. Go Lisanawati, S.H., M.Hum. dari Fakultas Hukum sebagai Guru Besar dalam Bidang Hukum Anti Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme
BACA JUGA:Peduli Bencana Sumatera, Ubaya Galang Dana lewat Symphony of Indonesia
BACA JUGA:Ubaya Berangkatkan Tim Kemanusiaan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
2. Prof. Dr. apt. Oeke Yunita, S.Si., M.Si. dari Fakultas Farmasi sebagai Guru Besar dalam Bidang Karakterisasi Herbal
3. Prof. Dr. apt. Amelia Lorensia, S.Farm., M.Farm-Klin dari Fakultas Farmasi sebagai Guru Besar dalam Bidang Farmasi Klinis Komunitas Penyakit Pernafasan
4. Prof. Dr. apt. Rika Yulia, S.Si., S.pFRS. dari Fakultas Farmasi sebagai Guru Besar dalam Bidang Biomedis Klinis
5. Prof. apt. Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D dari Fakultas Farmasi sebagai Guru Besar dalam Bidang Teknologi Fitofarmasi
BACA JUGA:Politeknik Ubaya Gelar Workshop Beauty dan Beragam Kuliner Jawa Timur, Usung Tema Colour of The Soul