Dugaan Penyebab Pembunuhan Cucu Tokoh Betawi Mpok Nori, Pelaku Menganggur

Dugaan Penyebab Pembunuhan Cucu Tokoh Betawi Mpok Nori, Pelaku Menganggur

ilustrasi Gusti--

Pekerja menyadari pentingnya kerja, setelah menganggur. Fuad, 49, tersangka pembunuh mantan istrinya Anggi, 36, diduga akibat ia kehilangan pekerjaan. Lalu mereka cerai. Lalu Anggi dapat kerjaan. Fuad ngajak rujuk, Anggi menolak. Dibunuh.

SESEDERHANA itu kasus tersebut. Tidak rumit. Namun bermakna mendalam. Terkait psikologi suami yang kehilangan daya mencari nafkah. Itu membuat ia jadi sangat sensi. Sangat cemburuan. Maka, tinggal menunggu pemicu untuk meledak.

Kakak kandung korban Anggi, Dian Puspitasari, 40, kepada wartawan menceritakan, Anggi dan Fuad kenal saat mereka di Malaysia. Waktu itu mereka sama-sama single. Kemudian mereka menikah siri. 

Fuad, nama lengkapnya Rashad Fouad Tareq Jameel, warga negara Irak. Pekerjaannya dagang parfum di Malaysia. Pada 2019 mereka ke Indonesia. Tinggal di Puncak, Bogor. Fuad bekerja pada pengusaha parfum di Puncak. Keluarga tanpa anak itu tinggal di sana.

BACA JUGA:Pembunuhan Cucu Mpok Nori Terungkap, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumatera

BACA JUGA:Pembunuhan Cucu Tokoh Betawi Mpok Nori di Jakarta Timur: Bahaya Suami Posesif

Dian: “Saya enggak tahu detailnya bagian apa, tapi memang di bidang parfum. Ia (Fuad) kerja pada bisnis parfum di Puncak."

Kemudian Fuad mundur dari pekerjaannya. Ia ganti dagang parfum di dekat pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jakarta Utara. Keluarga itu pindah kontrak rumah di Bambu Apu, Jakarta Timur.

Setiap pagi Fuad berangkat kerja, jualan parfum di Mangga Dua. Sampai kemudian ia tak jualan lagi.

Dian: “Penyebabnya apa, saya enggak tahu. Belakangan, saya enggak pernah melihat dia berangkat kerja lagi. Walaupun ia ngomongnya tetap kerja. Tapi kebanyakan di rumah, kalau keluar rumah, jamnya enggak tentu. Ia juga sering mengeluh tak punya duit.”

Dalam kondisi begitu rumah tangga Fuad-Anggi goyah. Anggi juga tidak kerja. Buat nafkah mereka, Fuad sering menelepon kerabatnya di Irak minta dikirimi uang. Selalu begitu.

Dian: “Ia sering nelepon kerabatnya di Irak minta dikirimi duit. Kiriman itulah buat nafkah mereka.”

Dalam kondisi begitu, Fuad yang pada dasarnya kasar terhadap istri, jadi lebih agresif lagi. Beberapa kali Fuad melakukan KDRT terhadap Anggi.

Beberapa kali KDRT, sampai ketua RT setempat Nurgiyanto mengatakan, ia pernah dilapori pihak keluarga korban, bahwa Anggi dianiaya Fuad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: