Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Tol hingga Bandara Dipadati Pemudik
Arus mudik di Stasiun Pasar Senen masih terpantau padat pada Kamis malam, 19 Maret 2026, H-2 Lebaran.--Fajar Ilman
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Arus balik Lebaran 2026 kini benar-benar memasuki fase krusial. Pergerakan masyarakat meningkat tajam di hampir semua moda transportasi.
Hal tersebut menandai berakhirnya masa libur panjang dan dimulainya kembali aktivitas di kota-kota besar, terutama Jakarta dan sekitarnya.
Dari jalan tol hingga bandara, lonjakan mobilitas terasa nyata. Salah satu titik paling sibuk terlihat di tol Trans Jawa. Khususnya di Gerbang tol Cikampek Utama yang menjadi pintu utama kendaraan menuju Jabodetabek.
Hingga Selasa malam, 24 Maret 2026 tercatat 85.453 kendaraan telah melintas menuju Jakarta. Peningkatan itu bahkan mulai terasa sejak sore hari.
BACA JUGA:Kota dan Kabupaten Pasuruan Dikepung Banjir Parah, Arus Balik Jalur Pantura Tersendat
BACA JUGA:Menhub dan Seskab Pantau Arus Balik di Pulo Gebang, Pemerintah Sebut Arus Balik Lebih Terkendali
Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengungkapkan bahwa volume kendaraan melonjak signifikan pada jam-jam tertentu.
"Karena memang melihat saat ini sudah naik untuk volume lalu lintasnya, sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 WIB sudah mencapai sekitar 70 ribu kendaraan," ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Data PT Jasa Marga menunjukkan sekitar 1,7 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabodetabek sejak H-10 hingga H+2 Lebaran (11–23 Maret 2026). Namun, angka tersebut baru setengah dari total proyeksi arus balik tahun ini.

PT Jasa Marga mencatat volume arus mudik yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) pada 11-18 Maret 2026 tembus mencapai 500 ribu kendaraan.-Disway/Candra Pratama-
"Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik pada 24, 28, dan 29 Maret 2026," kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.
Untuk meredam kepadatan, sejumlah langkah telah diterapkan. Mulai dari penambahan gardu transaksi, sistem one way nasional, hingga contraflow di titik-titik strategis yang rawan macet.
Tak hanya di jalan tol, jalur arteri juga mengalami lonjakan. Di kawasan Pantura, khususnya wilayah Cirebon, kendaraan yang mengarah ke Jakarta terus mengalir tanpa henti.
BACA JUGA:Kapolri Resmikan Skema One Way Arus Balik dari GT Kalikangkung ke Cikampek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: