Kisah Ariadi Ikut GoMudik, Dari Jalanan Jakarta ke Pelukan Kampung
Muhamat Ariadi, satu dari sekian ribu mitra driver yang mengikuti program GoMudik-Dokumentasi GoTo-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pagi itu, 13 Maret 2026, suasana di Terminal Terpadu Pulogebang, JAKARTA terasa berbeda. Bukan hanya riuh koper dan tas yang saling bersenggolan, tetapi juga harapan yang menggantung di wajah para perantau.
Di antara mereka, Muhamat Ariadi berdiri bersama tiga orang perempuan di sebelahnya. Mereka adalah istri dan dua anak kesayangannya.
Sesekali, sang istri terlihat mengecek barang bawaan. Dia memastikan memastikan tak ada yang tertinggal.
Dua putrinya lebih banyak senyum. Mereka melihat beberapa bus yang sudah siap melayani GoMudik.

Ariadi bersama istri dan kedua putrinya -Dokumentasi Muhamat Ariadi-
Yakni, program mudik gratis yang digelar GoTo berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan. Ariadi, adalah satu dari sekian ribu mitra Gojek yang mengikuti program tersebut.
Ada beberapa daerah yang dituju. Ariadi bersama keluarganya memilih arah Jawa Timur. “Saya berasal dari Ponorogo, nanti setelah sampai Surabaya, saya lanjut menggunakan transportasi umum,” katanya.
Bagi Ariadi, momen ini bukan sekadar perjalanan pulang. Ini adalah jawaban dari kegelisahan yang sempat menghantuinya berhari-hari.
Sebagai mitra driver Gojek di Jakarta, Ia sudah terbiasa berjibaku dengan padatnya jalanan ibu kota. Namun menjelang Lebaran, pikirannya tak hanya dipenuhi target order.
BACA JUGA:Doa Bersama di Usia ke-15, Mengiringi Ikhtiar Gojek untuk Kesejahteraan dan Keberkahan Mitra Driver

Para mitra driver Gojek yang mengikuti program GoMudik-Rosyidah Ariyati - Harian Disway-
Ada satu hal yang terus berputar di benaknya. Yakni, bagaimana cara membawa keluarganya pulang ke Ponorogo.
Ia tahu, mudik bukan perkara sederhana. Butuh persiapan matang, salah satunya biaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: