Nisab Emas 14 Karat

Rabu 04-03-2026,05:48 WIB
Reporter : Imron Mawardi*
Editor : Yusuf Ridho

Pada PMA 31 itu, tidak diatur secara spesifik mengenai jenis karat emas. Pada tataran implementasi, Baznas merasa memiliki kewenangan untuk menetapkan standar jenis karat atas 85 gram emas dengan tetap mempertimbangkan aspek kemaslahatan mustahik. 

Dinamika kajian terkait standar nisab dipandang sebagai bagian dari proses ijtihad untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

DIPICU KENAIKAN HARGA EMAS

Tak bisa dimungkiri, penetapan standar emas 14 karat sebagai patokan nisab  zakat penghasilan itu tak lepas dari kenaikan harga emas yang luar biasa awal tahun ini. Berkali-kali emas mencatat rekor harga tertingginya hingga USD5.414 per troy ounce (31,11 gram). 

Catatan harga emas memang luar biasa. Dalam 30 hari terakir, emas naik 4,34 persen. Dalam setahun ini, emas naik USD1.260,83 atau 63 persen. Dalam lima tahun, harga emas naik hingga USD2.838 (158,15 persen) dan dalam 20 tahun ini naik 716 persen.

Kemarin emas ditransaksikan antara USD5.339–5.380 per troy ounce. Emas Antam diperjualbelikan pada harga Rp3.115.000 per gram. Jika itu dijadikan patokan, nisab 85 gram emas murni 24 karat setara dengan Rp264.775.000. Artinya, itu setara dengan penghasilan per bulan Rp 22,066 juta per bulan. Dengan standar tersebut, karyawan bergaji Rp20 juta per bulan tidak masuk kategori muzaki. 

Emas memang merupakan safe haven. Aset yang dianggap aman ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Dalam situasi geopolitik yang sangat panas, terutama akibat perang Iran vs Israel-Amerika Serikat, harga emas masih berpotensi naik lagi. 

Selain itu, emas memang investasi  menarik. Investasi tersebut menawarkan instrumen yang beragam. Bisa emas dalam bentuk fisik seperti emas batangan, perhiasan, hingga koin. 

Bahkan, bisa juga dalam bentuk perhiasan meski keuntungan investasi bisa digerus biaya pembuatan perhiasan yang cukup tinggi. Investasi emas juga bisa dalam bentuk online melalui berbagai platform. Ada pegadaian digital, Indogold, Tokopedia emas, dan sebagainya. 

Emas juga relatif tahan terhadap inflasi. Emas tampak jadi pelindung nilai yang baik bagi tabungan dari gerusan inflasi. Harga emas cenderung naik mengikuti biaya hidup yang makin tinggi. Emas juga menarik karena likuiditasnya sangat tinggi. Mudah dijual jika sewaktu-waktu membutuhkan dana. 

Kelebihan lain, harga emas cenderung naik dalam jangka panjang. Memang dalam jangka pendek, harga cukup fluktuatif. Yang pasti, kenaikan harga emas hampir selalu di atas besarnya inflasi. Dengan begitu, emas bisa menjadi instrumen penyimpan nilai yang efektif dan efisien. Menabung emas sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

SERAHKAN KEPADA MUI

Penetapan standar nisab emas 14 karat itu memicu pro-kontra di masyarakat. Selain karena penetapan tersebut tiba-tiba, banyak yang mempertanyakan kewenangan Baznas dalam mengambil ketetapan hukum. 

Baznas adalah regulator zakat dan bukan otoritas fatwa yang semestinya tidak menetapkan hukum syar’i. Termasuk menetapkan standar emas untuk nisab zakat penghasilan. Seharusnya, ketika berkaitan dengan ketetapan syariah, Baznas bisa meminta kepada otoritas fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas dan mengambil hukum standar emas sebagai nisab zakat.

Apakah penetapan standar emas 14 karat itu salah? Belum tentu juga. Hanya, seharusnya MUI yang membahas dan berijtihad terkait standar nisab emas tersebut. Meski selama ini dimaklumi bahwa nisab 85 gram emas adalah 24 karat, ruang perubahan masih terbuka. 

Sebab, apa sebenarnya makna 85 gram sebagai nisab penghasilan? Mengapa dianalogikan pada emas yang sebenarnya merupakan nisab simpanan emas? Mengapa zakat penghasilan yang lalu dikenal sebagai zakat profesi, tidak di-qiyas-kan saja pada hasil pertanian, dan sebagainya? 

Kategori :