MUI Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace, Menlu Sugiono Beri Respons

Rabu 04-03-2026,11:21 WIB
Reporter : Abidah Hayu Anggonoraras
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran, yang kemudian memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

MUI merilis 9 sikap resmi sebagai respons atas agresi militer tersebut. Dokumen pernyataan itu dibubuhkan tanda tangan Ketua MUI KH Anwar Iskandar sebagai bentuk pengesahan sikap lembaga.

Salah satu dari sembilan butir tersebut berisi ajakan kepada negara-negara di dunia agar mengambil peran sebagai mediator untuk meredakan konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel.

BACA JUGA:Menlu Sugiono Temui Sekjen PBB di New York, Bahas Isu Palestina Jelang KTT BoP

BACA JUGA:Menlu Sugiono: DK PBB dan Board of Peace Harus Sejalan Wujudkan Perdamaian Palestina

Selain itu, kepada pemerintah Indonesia, MUI menyampaikan permintaan agar keanggotaan dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace, yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, segera dicabut karena dinilai belum mampu menjamin stabilitas keamanan global.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari Bop karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina," ucap MUI dalam Tausiyah yang dikeluarkan pada Minggu, 1 Maret 2026.

Menteri Luar Negeri Sugiono menanggapi dorongan dari sejumlah kalangan yang meminta Indonesia menarik diri dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace setelah pecah konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat.

BACA JUGA:Menlu Sugiono Bawa Komitmen Perdamaian Gaza dalam Pertemuan DK PBB di New York

BACA JUGA:Prabowo Panggil Ormas Islam ke Istana, Bahas Keanggotaan Indonesia di BoP Bentukan Trump

Terkait keanggotaan dalam BoP, Sugiono menyatakan bahwa seluruh proses pembahasannya kini berada dalam status on hold.

Ia menjelaskan, perhatian diplomasi Indonesia saat ini lebih diarahkan pada dinamika keamanan kawasan, dengan Iran menjadi titik perhatian utama.

Komunikasi terus dijalin pemerintah dengan negara-negara anggota lainnya, terutama negara di kawasan Teluk yang ikut merasakan dampak situasi tersebut.

"Kalau misalnya BoP, kita juga tetap sama teman-teman,kita konsultasi dan konsultasi dengan reka rekan kita di teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga," kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras, peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Kategori :