Presiden Donald Trump menyatakan hubungan historis antara Amerika Serikat dan Inggris “tidak seperti dulu lagi”. Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan diplomatik terkait serangan gabungan AS–Israel ke Iran.
TENTU saja, komentar Trump diarahkan pada sikap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang semula menolak terlibat dalam perang Washington melawan Teheran. Di parlemen, Starmer sebelumnya menegaskan sikap pemerintahannya. Ia tidak percaya bahwa perubahan rezim di Iran bisa terjadi seperti berkah dari langit.
Sikap itulah yang bikin Trump meradang. Ngambek.
Dalam wawancara telepon dengan harian Inggris The Sun, Trump menyebut hubungan AS–Inggris dulu sebagai yang paling solid. “Paling kokoh dari semuanya. Tapi, kini kami punya relasi yang lebih kuat dengan negara-negara lain di Eropa,” ujar Trump. Yang disebutnya adalah Prancis dan Jerman.
BACA JUGA:Trump Plinplan, Tujuan Serangan ke Iran Tidak Jelas dan Inkonsisten
BACA JUGA:Saudi Siap Ambil Semua Langkah Hadapi Eskalasi Perang AS–Israel vs Iran
Starmer selama ini memang berupaya membangun relasi hangat dengan Trump, figur yang kerap disebut tak terduga dalam mengambil keputusan. Bahkan tahun lalu, Trump melakukan dua kunjungan kenegaraan ke Inggris. Itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun, dinamika perang di Timur Tengah kembali menguji hubungan istimewa itu. Hubungan ’’bromance’’ yang terjalin sejak era Perang Dunia II tersebut. Hubungan yang selama ini bertumpu kerja sama pertahanan dan berbagai informasi intelijen jangka panjang tersebut.
Ketegangan bermula ketika Inggris menolak terlibat dalam serangan awal ke Iran. Belakangan, London menyetujui permintaan AS untuk menggunakan dua pangkalan militer Inggris untuk “tujuan defensif yang spesifik dan terbatas”.
Keputusan itu diambil setelah Iran menembakkan rudal pada akhir pekan yang dinilai membahayakan kepentingan serta warga Inggris di kawasan teluk.
PESAWAT F-35C Lightning dari Skuadron Tempur Marinir terbang dari USS Abraham Lincoln.-US Navy-AFP-
Meski demikian, bagi Trump, langkah awal Starmer dianggap tidak membantu. “Dia tidak membantu,” kata Trump. “Saya kaget. Tidak menyangka, Inggris seperti itu. Padahal, kami mencintai Inggris,” ucap suami Melania itu.
Trump menambahkan, “Ini hubungan yang sudah sangat berbeda. Sangat menyedihkan melihat bahwa hubungan ini tidak seperti dulu.”
Pemerintah Inggris tidak tinggal diam. Menteri Hubungan Luar Negeri Darren Jones menyatakan, Starmer hanya akan terlibat dalam aksi militer yang memiliki “dasar hukum” dan “rencana yang jelas.” Juga harus sejalan dengan kepentingan nasional Inggris. “Itulah mengapa kami tidak terlibat dalam serangan awal di Iran,” ujarnya.
Namun Jones juga menegaskan alasan London kemudian mengizinkan penggunaan pangkalan. “Kami menyetujui angkatan udara Amerika menggunakan pangkalan kami. Jet-jet Inggris juga berada di udara untuk melindungi warga Inggris yang saat ini berada di kawasan tersebut,” katanya.