LAMONGAN, HARIAN DISWAY – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana di 51 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.
Kali ini, lokasi yang direvitalisasi berada di wilayah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan, Rabu 4 Maret 2026.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis oleh Khofifah. Prasasti tersebut akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program.
Khofifah menegaskan prasasti tersebut merupakan simbol komitmen bersama untuk menjaga fasilitas pendidikan yang telah dibangun. Revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa.
BACA JUGA:Khofifah Luncurkan Program MAMA MAU NAIK KELAS, Resmikan Revitalisasi 60 Sekolah
Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera masing-masing senilai Rp1 juta-Humas Pemprov Jawa Timur -
“Kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujar Khofifah.
Dia meminta para kepala sekolah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap fasilitas yang telah dibangun. Itu dilakukan agar bisa dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Khofifah juga menyinggung persoalan kebersihan toilet sekolah yang kerap dianggap sepele. Fasilitas sanitasi yang bersih sangat penting untuk mendukung pola hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Dia menyebutkan bahwa dalam salah satu kegiatan retreat di Magelang, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kebersihan toilet sekolah. Elemen itu merupakan bagian dari standar lingkungan belajar yang sehat.
BACA JUGA:Khofifah Gelar Mudik Gratis 2026, Siapkan Rute Bus dan Kapal Laut
BACA JUGA:Gerakan Peduli Lingkungan, Dindik Jatim Wajibkan Sekolah Zero Sampah Plastik
“Karena itu kami langsung meminta Dinas Pendidikan Jawa Timur mencari role model sekolah dengan toilet yang bersih dan terpelihara. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanyi.
Selain pembangunan fisik, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Hingga saat ini program tersebut telah diterapkan di 75 sekolah.
“Jumlah itu terdiri atas 60 sekolah di Gresik dan 15 sekolah di Lamongan,” rinci khofifah.