Nantinya, sekolah akan menjadi juga ruang pembelajaran kemandirian melalui pengembangan ketahanan pangan. Berbagai komoditas yang dikembangkan di sekolah.
BACA JUGA:Dindik Jatim Perkuat Literasi Digital Sekolah, Cegah Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem
“Seperti, sayuran seperti cabai, tomat, terong, mentimun, dan kangkung, serta buah-buahan seperti jambu, pepaya, dan pisang,” ucapnyi.
Selain itu, terdapat pula kegiatan budidaya jagung, ketela, peternakan, hingga perikanan yang menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa program revitalisasi dan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Total ada 51 satuan pendidikan di Lamongan dan Gresik yang mendapatkan program pembangunan dengan nilai anggaran mencapai Rp69,7 miliar,” katanya.
BACA JUGA:Tak Ada Penahanan Ijazah, Dindik Jatim Tegaskan Layanan Semakin Transparan
Di Kabupaten Lamongan, revitalisasi dilakukan pada 32 sekolah yang terdiri dari 19 SMA, 13 SMK, dan satu SLB dengan total anggaran sekitar Rp42,29 miliar. Sementara di Kabupaten Gresik program tersebut menyasar 19 sekolah, terdiri dari 10 SMA dan 9 SMK dengan total anggaran sekitar Rp27,4 miliar.
Bentuk pembangunan meliputi ruang kelas, laboratorium komputer dan IPA, ruang administrasi, perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi, serta pembangunan ruang kelas baru dan ruang praktik siswa khususnya di SMK.
Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengatakan peningkatan sarana prasarana pendidikan akan semakin mendorong kualitas pembelajaran di daerahnya.
Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan saat ini telah mencapai 76,8 atau berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur.
BACA JUGA:BNPB Ingatkan Warga Jawa Timur Waspada Cuaca Ekstrem Meski Banjir Mulai Surut
“Kami berprinsip tidak boleh ada anak Lamongan yang tidak sekolah. Salah satunya melalui program beasiswa Perintis yang telah membiayai pendidikan sekitar 8 ribu anak mulai dari SD hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sembako kepada 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah serta bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera masing-masing senilai Rp1 juta beserta sepatu sekolah.
Selain itu, ia juga menandatangani poster motivasi bagi siswa dan guru serta menyerahkan Al-Qur’an kepada jajaran Forkopimda Lamongan. (*)