HARIAN DISWAY- Max Verstappen menanggapi wacana perubahan regulasi Formula 1 2026. Ia menilai sudah terlambat untuk melakukan revisi.
Musim ini F1 memperkenalkan perubahan regulasi besar. Auran baru mencakup sasis serta unit daya mobil.
Regulasi baru juga memecah pendapat para pembalap. Lando Norris menyebutnya "sangat menyenangkan, tetapi Verstappen menyebut aturan tersebut "anti-balap" dan seperti "Formula E yang diberi steroid".
Sementara Sainz meminta FIA tetap terbuka mengevaluasi aturan. Ia menilai dampak regulasi baru perlu dilihat langsung, ia juga meminta fleksibilitas jika ada masalah.
Max Verstappen menanggapi regulasi baru F1 2026-oracleredbullracing-instagram
BACA JUGA:Kalender F1 2026: Regulasi Baru dan Persaingan Era Baru
BACA JUGA:Domenicali Bocorkan Rencana Besar F1 2027, Turkiye Kembali?
Komentar itu kemudian ditanggapi Verstappen, Ia meragukan kemungkinan perubahan regulasi. Verstappen menilai proses pengembangan regulasi sudah terlalu jauh.
"Kita agak terlambat dengan itu. Tiba-tiba sekarang hal-hal dtingkatkan, itu agak terlambat," ujar Verstapppen.
Menurut pembalap Red Bull Racing tersebut, aturan baru telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Karena itu perubahan cepat dianggap sulit dilakukan.
Verstappen mengatakan investasi besar telah dikeluarkan untuk aturan baru ini. Hal itu membuat regulasi kemungkinan akan bertahan lama.
BACA JUGA:Tes F1 Bahrain 2026: Max Verstappen Gunakan Gigi Pertama, Red Bull Uji Strategi Mesin Baru
BACA JUGA:Regulasi Baru, Tes Bahrain Tentukan Nasib Tim F1 2026
"Jumlah uang yang telah diinvestasikan ke dalam peraturan ini, akan tetap ada untuk sementara waktu. Anda seharusnya sudah bisa melihat ini akan terjadi," tambah Verstappen.
Meski menuai pro dan kontra, aturan tersebut tetap berlaku pada musim ini. Seri pembuka dijadwalkan berlangsung di Melbourne.