HARIAN DISWAY - Penderita anemia sering khawatir tak kuat saat menjalani ibadah puasa. Itu karena kondisi tubuh mereka yang rentan lelah dan relatif tak bertenaga.
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah, sehingga distribusi oksigen ke jaringan tubuh tidak optimal.
Meski demikian, dengan strategi pengaturan pola makan dan gaya hidup yang tepat, penderita anemia tetap dapat menjalankan puasa Ramadan dengan lebih aman dan nyaman.
Berikut enam panduan praktis yang perlu diperhatikan:
BACA JUGA:Perbedaan Darah Rendah dan Anemia, Pahami Kondisi Berbeda Ini!
BACA JUGA:Anemia Defisiensi Zat Besi: Gejala, Dampak, dan Cara Mencegahnya
1. Prioritaskan Makanan Kaya Zat Besi saat Sahur
BAHAN MAKANAN yang mengandung zat besi bermanfaat untuk menjaga kadar hemoglobin tetap normal. --iStock
Zat besi merupakan komponen utama pembentukan hemoglobin. Penderita anemia dianjurkan mengonsumsi sumber zat besi hewani (heme iron).
Seperti daging merah tanpa lemak, hati ayam, atau ikan, yang lebih mudah diserap tubuh dibanding sumber nabati.
Untuk pilihan nabati, bayam, kangkung, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi alternatif pendamping.
Konsumsi ragam makanan seperti yang disebutkan di atas saat sahur dapat membantu mempertahankan cadangan zat besi sepanjang hari.
BACA JUGA:4 Penyebab Penglihatan Kabur saat Puasa dan Langkah Pencegahannya
BACA JUGA:5 Kebiasaan yang Bikin Sariawan saat Puasa Ramadan, Tapi Sering Tak Disadari
2. Optimalkan Penyerapan dengan Vitamin C